Sampah di Tambora Menggunung, Anggota DPR Minta DLH DKI Benahi Pengelolaan
📅 Sabtu, 28 Mar 2026, 10:00 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA - Anggota DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta agar mengambil langkah konkret dan terukur terkait permasalahan sampah, terutama di Kecamatan Tambora, Jakarta Barat.
Sebelumnya, dia mendapatkan aduan warga terkait gunungan sampah di wilayah tersebut.
"Penanganan tidak boleh hanya bersifat sementara atau reaktif, melainkan harus sistematis dan berkelanjutan," kata Kenneth di Jakarta, Sabtu.
Menurut dia, gunungan sampah di kecamatan Tambora tidak dapat dianggap sebagai persoalan sepele, terlebih warga sudah mengeluhkan permasalahan tersebut, baik melalui media sosial maupun secara langsung.
Untuk itu, Kenneth langsung meninjau kondisi di Kelurahan Jembatan Besi dan Kali Anyar, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, guna memastikan penanganan segera dilakukan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia mengatakan saat sidak di lapangan, ia turut didampingi oleh Lurah Jembatan Besi Achmad Subhan, Lurah Kalianyar Iman Suhendar, Camat Tambora Pangestu Aji, serta perwakilan Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat.
Kehadiran para pemangku wilayah tersebut, kata dia, mencerminkan sinergi dan koordinasi lintas sektor dalam menangani permasalahan yang dihadapi warga.
"Saya sering sekali menerima berbagai laporan dari warga yang merasa terganggu dengan kondisi penumpukan sampah, baik dari segi bau tidak sedap, meningkatnya populasi lalat dan tikus, maupun menurunnya kualitas hidup sehari-hari. Hal ini tentu harus menjadi perhatian serius bagi instansi terkait," ujar Kenneth.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebagai tindak lanjut, pria yang kerap disapa Bang Kent itu meminta kepada Satgas Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat dan Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) dari masing-masing kelurahan agar segera melakukan pembersihan secara menyeluruh.
Langkah tersebut bertujuan mengembalikan kondisi lingkungan menjadi bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat.
"Permasalahan ini tidak bisa dianggap sepele karena selain mengganggu estetika lingkungan, juga berpotensi menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan masyarakat," ucap Anggota Komisi C itu
Selain itu, dia juga mendesak dinas terkait, khususnya Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, agar segera mengambil langkah konkret dan terukur.
Salah satunya, yaitu melalui optimalisasi armada pengangkut sampah, penyesuaian jadwal pengangkutan yang lebih efektif, serta peningkatan pengawasan di titik-titik rawan penumpukan.
"Perlu dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan sampah di DKI Jakarta. Apakah terdapat kendala pada infrastruktur, kurangnya sumber daya, atau persoalan koordinasi antar instansi," tutur Kenneth.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (2)
28 Mar 2026, 12:33 WIB.
Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam
Balas28 Mar 2026, 12:35 WIB.
Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam
BalasSilakan login via Google untuk dapat memberi komentar!