Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Melawan Krisis Sampah di Bandung Raya dengan Petasol

📅 Kamis, 15 Jan 2026, 23:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Melawan Krisis Sampah di Bandung Raya dengan Petasol Doc: Antara

Bandung - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat mendorong akselerasi inovasi teknologi "Petasol", sebuah sistem pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar sejenis solar, sebagai solusi konkret melawan krisis penanganan sampah di Bandung Raya.

Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Acep Jamaludin, di Kota Cimahi, Kamis, menilai terobosan yang dikembangkan secara swadaya oleh kelompok masyarakat di Bank Sumberdaya Sampah Induk Melong 26, Cimahi ini, mampu menjawab persoalan rendahnya kapasitas pengolahan sampah yang selama ini memicu masalah lingkungan kronis di Kota Bandung dan Cimahi.

Dia melanjutkan bahwa di tengah tingginya produksi sampah harian, kehadiran inovasi lokal yang mampu mengubah limbah tak bernilai menjadi energi adalah sebuah keharusan untuk didukung penuh oleh negara.

"Di tengah problematika pengolahan sampah, seperti yang kita tahu Kota Cimahi dan Kota Bandung, terutama Bandung Raya, sedang menghadapi persoalan penanganan sampah. Produksi sampah sangat tinggi, sementara pengolahan dan pemanfaatannya masih rendah," ujar Acep Jamaludin saat meninjau langsung lokasi pengolahan.

Acep memberikan apresiasi khusus terhadap produk Petasol karena tidak hanya fokus pada hasil akhir berupa bahan bakar, tetapi juga menunjukkan kemandirian teknologi bangsa.

Kelompok masyarakat di Melong ini diketahui memproduksi mesin pengolahannya sendiri yang mampu mengonversi sampah menjadi energi listrik.

"Di tengah situasi yang kurang baik, hari ini banyak kelompok masyarakat yang secara swadaya berinvestasi dan berkontribusi. Salah satunya adalah produk Petasol, bagaimana sampah plastik yang tidak bernilai bisa diolah menjadi bahan bakar sejenis solar," katanya.

Lebih lanjut, politisi tersebut menegaskan bahwa dukungan terhadap inovasi ini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kewajiban bagi pemerintah di semua tingkatan, mulai dari daerah hingga pusat.

"Bukan hanya itu, kelebihannya adalah memproduksi mesinnya sendiri, kemudian mengolah sampahnya dan menghasilkan elektrik. Ini adalah salah satu terobosan yang wajib hukumnya diakselerasi dan didukung oleh pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, hingga pemerintah pusat," ucap Acep.

Sebagai bentuk nyata dukungan legislatif, Acep menambahkan DPRD Jabar berkomitmen memasukkan pengembangan teknologi pengolahan sampah berbasis karya anak bangsa ini ke dalam agenda perjuangan formal di tingkat provinsi.

Langkah ini diharapkan dapat menjadi rujukan nasional dalam mengimplementasikan ekonomi sirkular yang memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekaligus menyelesaikan persoalan lingkungan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.