Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tebing Ikonik Ngarai Sianok Agam Longsor, Tinggi Runtuhan Capai 120 Meter

📅 Minggu, 04 Jan 2026, 02:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tebing Ikonik Ngarai Sianok Agam Longsor, Tinggi Runtuhan Capai 120 Meter Doc: Antara
Ket. Kondisi terkini Ngarai Sianok Guguak Tinggi, Kecamatan Ampek Koto, Kabupaten Agam yang mengalami longsor pascabencana hidrometeorologi Sumatera Barat. Tidak ada korban jiwa, pemerintah desa setempat melarang warga beraktivitas di sekitar lokasi.

Lubuk Basung - Tebing Ngarai Sianok mengalami longsor setinggi 120 meter dengan lebar 15 meter sekalian lima kilometer di Guguak Tinggi, Kecamatan Ampek Koto, Kabupaten Agam.

"Hujan deras dengan durasi lama menjadi pemicunya, puncaknya terjadi di Kamis (1/1) lalu. Beruntung tidak ada korban jiwa," kata Kepala Desa Guguak Tinggi Dasman, Sabtu (3/1).

Menurutnya, lokasi longsor berada di sekitar 1,5 kilometer dari pemukiman warga yang mayoritas bekerja sebagai petani dan pedagang.

Sudut ngarai ini dinamakan warga setempat Ngarai Kaluang.

Namun, beberapa sawah warga terpantau ikut terkikis akibat longsoran. Pemerintah desa setempat juga telah melaporkan ke BPBD Agam.

"Longsor itu tidak sekali terjadi, sudah beberapa kali. Kami berkoordinasi dengan pihak terkait khususnya di aliran Ngarai Sianok di Bukittinggi untuk cepat menjauh dari aliran sungai saat longsor terjadi," kata Dasman.

Ia mengatakan tidak ada warga yang dievakuasi karena pergerakan tanah di bibir ngarai masih tergolong jauh dan aman dari pemukiman.

"Tapi tetap ditegaskan kepada warga yang beraktivitas bertani atau berkebun untuk tidak mendekati bibir ngarai," katanya.

Terkait kejadian longsor besar yang sempat terekam warga dan viral di media sosial, Dasman mengungkap saat itu beberapa pekerja tengah berupaya memperbaiki sumber mata air.

"Saat kejadian, lima warga kami sedang memperbaiki bak air yang dialirkan untuk rumah warga. Kami mengalami krisis air bersih saat ini," kata Dasman.

Warga sungai Ngarai Sianok Rahmat (35) mengungkapkan terjadi penambahan debit air dari hulu sejak bencana banjir bandang akhir November.

"Titik longsor hanya sebagian kecil di sini, tapi aliran air sungai makin membesar dan merusak fasilitas jalan. Satu mushala bagi pengunjung juga roboh," kata Rahmat.

Ia menambahkan, pascabencana membuat wisatawan enggan berkunjung ke Ngarai Sianok hingga aktivitas perekonomian ikut menurun.

"Saya berusaha rental pelampung, ada juga rental mobil offroad. Kini belum beraktivitas maksimal karena wisatawan takut berkunjung sejak bencana," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.