Menikmati Sekepal Tanah yang Tercampak ke Bumi di Jambi
📅 Rabu, 25 Mar 2026, 12:53 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ist
JAMBI – Tiap daerah memiliki kekhasan destinasi wisata seperti Jambi. Libur panjang menjadi ajang menikmati dataran tinggi Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, menjadi salah satu pilihan wisata masyarakat Jambi dan sekitarnya dalam menikmati masa libur Lebaran. Seolah memanggil, wilayah yang populer disebut "Sekepal tanah dari surga yang tercampak ke bumi" itu mampu menarik gelombang kunjungan wisatawan.
Menikmati pesona alam hamparan kebun teh dan anggunnya Gunung Kerinci sebagai gunung api aktif tertinggi di Indonesia (3085 Mdpl). Sore itu, awan gelap diiringi rinai hujan mengguyur wilayah Kecamatan Kayu Aro, Gunung Tujuh, dan Kayu Aro Barat.
Meskipun cuaca tidak bersahabat, lautan manusia menyemut menikmati pemandangan kebun teh. Mereka bercengkerama, berfoto ria bersama pasangan, atau hanya sekadar menikmati sajian hamparan hijau kebun teh yang telah ada sejak 100 tahun lalu (1925).
Amir Hamzah, warga Kuantan Sengingi (Riau), saat ditemui di sela-sela menikmati suasana sore di Kersik Tuo mengakui keindahan alam yang tersaji di dataran tinggi Kerinci. Kendati kunjungannya bukan yang pertama kali, baginya, suasana alam Kerinci tidak pernah mengecewakan.
"Sudah berulang datang ke Kayu Aro, kali ini membawa rombongan keluarga dari Solok Selatan. Kebetulan berlebaran ke rumah keluarga, mumpung di sini, kami sempatkan mampir menikmati suasana kebun teh. Kebetulan sebagian keluarga yang saya bawa ada yang belum pernah ke Kerinci," ucapnya di depan Kantor Afdeling D, Kersik Tuo.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Amir, kawasan Kayu Aro memiliki ekosistem yang baik, masyarakat yang tinggal di wilayah itu tergolong ramah, harga makanan yang dijual cukup terjangkau, ditambah lagi akomodasi penginapan yang tersedia tergolong representatif.
Ia menganggap, keunggulan itu merupakan nilai jual yang harus terus dipertahankan dan dikembangkan oleh pegiat pariwisata yang berkecimpung di Kabupaten Kerinci, termasuk Kota Sungai Penuh.
"Hal yang penting itu bagaimana masyarakat memperlakukan wisatawan dengan baik, itu kunci utama supaya pengunjung betah berlama-lama di suatu tempat wisata," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Wisatawan lainnya, Imuluddin terlihat menikmati, saat beberapa kali berusaha ganti posisi berdiri, ketika memotret dirinya di antara tanam teh di Afdeling D, milik penguasaan PTPN IV unit usaha Kayu Aro.
Bagi warga Pasaman ini, saat pertama datang, dirinya langsung merasa nyaman dan tenang berada di hamparan kebun teh seluas 2.126,48 hektare yang menjadikannya kebun terluas di Indonesia dalam satu hamparan.
Menurutnya, hawa sejuk khas dataran tinggi memikat untuk berlama-lama menghabiskan waktu bersama menikmati pemandangan alam Kerinci. Dia asli dari Pasaman dan berlebaran di Padang Aro, Solok Selatan. Kebetulan jaraknya tidak jauh, kemudian bersama keluarga sepakat ke Kerinci.
Dia merasa tidak rugi, meski perjalanan melambat akibat macet di beberapa titik. Suasananya terasa bagus, meskipun gunungnya tidak terlihat karena tertutup awan gelap. Imuluddin tiba, saat Matahari sudah tinggi. Rencananya, setelah menikmati waktu singkat di lokasi itu, ia bersama keluarganya akan kembali ke Solok Selatan.
Sembari mengarah jalan pulang, ia berencana singgah melihat panorama air terjun Telun Berasap yang dikenal dengan debit air yang deras serta mampu menciptakan kabut uap, bahkan sesekali membentuk pelangi dari hasil dorongan air yang terbawa angin. "Tadi kami melewati lokasi air terjun, tapi diniatkan ke sini dulu, saat pulang nanti baru kami usahakan mampir, jaraknya juga tidak jauh," kata dia.
Berkah pedagang dadakan
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!