Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menikmati Sekepal Tanah yang Tercampak ke Bumi di Jambi

📅 Rabu, 25 Mar 2026, 12:53 WIB | Oleh: Tim Penulis

Dalam kunjungan itu, Al Haris melihat secara langsung kondisi terminal baru bandara yang dinilai sudah cukup baik dan siap mendukung peningkatan layanan transportasi udara di wilayah Kerinci dan sekitarnya.

Menurut Al Haris, fasilitas terminal baru Bandara Depati Parbo sudah mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Selain bangunan terminal yang lebih representatif, area parkir kendaraan juga dinilai telah tertata dengan baik.

Gubernur mengatakan fokus pengembangan berikutnya adalah perpanjangan landasan pacu Bandara Depati Parbo. Dengan landasan yang lebih panjang, bandara tersebut diharapkan dapat melayani pesawat berbadan lebih besar.

Beberapa maskapai yang berpotensi mendarat di bandara tersebut, antara lain Batik Air maupun Citilink. Jika rencana ini terealisasi, maka akses penerbangan menuju Kerinci diperkirakan akan semakin terbuka dari berbagai daerah di Indonesia. Keberadaan bandara dengan kapasitas lebih besar akan memberikan dampak positif bagi mobilitas masyarakat.

Selain itu, pengembangan bandara juga berpotensi membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di wilayah Kerinci dan sekitarnya. Pemprov Jambi menilai Kabupaten Kerinci memiliki potensi besar, khususnya di sektor pariwisata.

Mengingat dua daerah itu dikenal memiliki berbagai objek wisata alam yang menarik, termasuk kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) serta berbagai objek wisata pegunungan dan danau. Dengan dukungan akses transportasi udara yang lebih baik, ia optimistis jumlah wisatawan yang datang ke Kerinci akan terus meningkat.

Kerinci adalah branding pariwisata Jambi. Jika bandara ini sudah berkembang, dengan banyaknya tujuan wisata di Kerinci, maka wisatawan akan semakin banyak datang ke daerah itu. Untuk mewujudkan rencana pengembangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kerinci bersama bappeda, saat ini tengah menghitung kebutuhan anggaran.

Perhitungan tersebut, termasuk biaya yang diperlukan untuk pembebasan lahan sebagai bagian dari rencana perpanjangan runway bandara.

Setelah perhitungan selesai, hasilnya akan dibahas bersama Kementerian Perhubungan guna menentukan langkah lanjutan dalam pengembangan Bandara Depati Parbo.

Saat ini penerbangan masih terbatas dalam wilayah Provinsi Jambi, dari Bandara Sultan Thaha ke Kerinci. Padahal pemerintah daerah ingin menarik orang dari luar daerah untuk datang ke Kerinci, melihat potensi pertanian, wisata, dan sumber daya alam di daerah itu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Serangan Houthi Meningkat, ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

33 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Olahraga
Mulai 2027, Aturan Pelacaka...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.