Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menikmati Sekepal Tanah yang Tercampak ke Bumi di Jambi

📅 Rabu, 25 Mar 2026, 12:53 WIB | Oleh: Tim Penulis

Di tengah laju mobil yang tersendat karena macet yang mengular akibat tingginya jumlah kendaraan yang lewat, seorang pria paruh baya tiba-tiba turun memesan makanan dua porsi tahu kremes kepada Rahmat Susanto, seorang penjaja makanan yang berjualan di pinggir jalan lintas, dekat pasar Sabtu Kersik Tuo, Kayu Aro, Kerinci. Rahmat Susanto, bukan satu-satunya penjual makanan yang memanfaatkan momen Lebaran tahun ini.

Ada puluhan, bahkan ditaksir mencapai seratusan pedagang makanan dan mainan serta pernak pernik lain yang mencoba mengadu peruntungan. "Jika dihitung dari dekat pabrik teh, sampai ke objek danau buatan Aroma Pecco, Kersik Tuo, hingga ke air terjun, ada kalau ratusan," kata dia.

Dia mengungkapkan, sebelum pihak perusahaan perkebunan teh melarang pedagang berjualan di area hak guna usaha Teh kayu Aro, kondisi lapak dagangan terlihat tidak teratur, merusak pemandangan dan kotor. Kini, pedagang dadakan mulai tertib, hanya boleh berjualan di tanah masyarakat dengan sistem sewa, dengan demikian perputaran ekonomi berjalan dengan baik.

Pedagang dan pemilik lahan sama-sama menerima manfaat ekonomi dampak kunjungan wisatawan. "Tahun ini sudah tertib, tidak boleh berjualan di sembarang tempat, pedagang banyak yang menyewa halaman toko dan rumah masyarakat," ujarnya.

Setiap musim Lebaran tiba, Rahmat mengaku mendapat berkah tersendiri, pendapatannya meningkat dua kali lipat dari hari normal. "Pasti habis, apalagi lalu lalang kendaraan ramai, cuaca dingin, semua makanan yang dijual cepat habis, karena wisatawan butuh makan ya," tambah Rahmat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kerinci Jamal Penta Putra menerangkan bahwasanya keberadaan objek wisata berdampak terhadap ekonomi masyarakat sekitar. Dari situ, masyarakat bisa menjual produk makanan khas daerah, suvenir, hingga jasa penginapan.

Sejauh ini pemerintah daerah terus memberikan dukungan kepada pelaku UMKM dan kelompok sadar wisata, agar ekosistem pariwisata di Kerinci berjalan dengan baik, sehingga bermuara terhadap kesejahteraan ekonomi masyarakat dan pembangunan daerah. Menurut dia, tahun ini Kabupaten Kerinci menargetkan pendapatan asli daerah sebesar Rp1 miliar dari sektor pariwisata yang dikelola oleh pemerintah.

Target itu, meliputi objek daya tarik wisata (ODTW), air terjun Telun Berasap, taman danau buatan Aroma Pecco, Air Panas Semurup, dan Danau Kerinci. Pemerintah mengakui, persaingan dengan objek wisata yang dikelola swasta mempengaruhi pendapatan, karena wisatawan memiliki banyak pilihan.

Keberadaan objek wisata otomatis linear dengan peningkatan ekonomi masyarakat di sekitar lokasi wisata. Tahun ini pemerintah kabupaten menargetkan pendapatan asli daerah Rp1 miliar. Musim Lebaran tahun ini Dinas Pariwisata menargetkan 100 kunjungan di ODTW Kerinci.

Dukungan akses transportasi

Berdasarkan letak wilayah, kabupaten dan Kota Sungai Penuh berada di bagian barat Provinsi Jambi. Dari Kota Jambi membutuhkan waktu tempuh sekitar 10 jam (424 Km) melalui perjalanan darat.

Selain bisa ditempuh menggunakan jalur darat, saat ini masyarakat bisa mengunjungi Kerinci dan Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi, dengan menggunakan jasa transportasi udara.

Satu maskapai pesawat perintis, Susi Air telah membuka rute penerbangan dari Bandara Sultan Thaha Jambi menuju Bandara Depati Parbo Kerinci. Beberapa waktu lalu (7/3), Gubernur Jambi Al Haris meninjau pembangunan terminal baru Bandara Depati Parbo.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur   

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.