Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kadin Ingatkan Perusahaan Berhemat Seiring Terdampaknya Harga Minyak karena Perang AS-Iran

📅 Selasa, 24 Mar 2026, 22:55 WIB | Oleh:
Kadin Ingatkan Perusahaan Berhemat Seiring Terdampaknya Harga Minyak karena Perang AS-Iran Doc: Dokumentasi Kadin Indonesia
Ket. Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie

JAKARTA – Pelaku usaha diingatkan melakukan efisiensi dan transformasi agar mampu bertahan di tengah krisis harga energi. Sebab, perang antara AS-Israel dengan Iran telah menyebabkan harga minyak naik hingga melampaui USD 100 per barel (setara Rp1,5–Rp1,6 juta per barel).

“Gonjang-ganjing yang begini besar di Timur Tengah harus menjadi kesempatan bagi perusahaan-perusahaan untuk melakukan efisiensi. Mulai mengencangkan ikat pinggang, karena biar bagaimanapun cashflow mereka mesti dijaga,” kata Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie, dikutip Selasa (24/3).

Kenaikan harga energi, menurut dia, yang pasti akan mempengaruhi biaya operasional. Karena energi merupakan bahan baku bagi industri, perusahaan harus tetap survive di tengah kenaikan harga energi.

“Jadi teman-teman di Kadin baik di daerah maupun asosiasi sekarang fokus untuk melakukan efisiensi. Selain itu, tentu kita juga harus berpikir sedikit lebih transformatif, kedepannya kita mau seperti apa,” ujar Anindya.

Menurut dia, industri yang bernilai tambah harus terus dikembangkan dan untuk itu kerja sama dengan pemerintah harus diperkuat. Sehingga industrialisasi tidak mudah terguncang kalau ada gangguan rantai pasok global.

“Kita akan melihat oprsi-opsinya, tapi untuk sementara ini kita melakukan efisiensi. Sambil melihat arah perkembangan konflik di Timur Tengah,” ucap Anindya.

Ketua Umum Kadin Indonesia juga mencermati kebijakan ‘Bekerja dari Rumah’ yang akan diberlakukan bagi ASN dan pegawai swasta. Kebijakan yang rencnananya akan dilaksanakan setelah Lebaran, bertujuan untuk penghematan imbas tingginya harga minyak.

Menurut Anindya, kebijakan itu harus dikaji karena tidak bisa diberlakukan ke semua sektor. “Di sektor industri manufaktur tentunya itu mesti dikaji, karena kita kan ingin meningkatkat produktivitas guna memperkuat daya saing,” ujar dia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

28 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

37 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.