Krisis Hormuz, Jerman dan Jepang Sudah TERGOPOH-GOPOH Mencari Energi Alternatif, Indonesia Masih Saja Merasa Aman
📅 Rabu, 18 Mar 2026, 13:54 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
JAKARTA – Sikap Indonesia masih defensif cadangan energy masih aman meski krisis Hormuz. Namun Jepang dan Pemerintah Jerman sudah tergopoh-gopoh cari solusi. Jerman mencari alternatif tengah membahas pembentukan cadangan gas strategis guna mencegah lonjakan harga dan kekurangan pasokan di tengah ketidakstabilan global, kata Menteri Ekonomi Jerman Katherina Reiche.
“Terlepas dari fakta bahwa kami membiarkan pasar beroperasi secara independen dan sejauh ini mampu menjalankan tugasnya dengan baik, isu pembentukan cadangan yang dilindungi, terpisah dari pasar, sedang dibahas. Kriteria, tujuan, dan volumenya saat ini masih ditentukan berdasarkan masukan para ahli,” ujar Reiche, Selasa.
Ia menambahkan bahwa pemerintah akan segera menggelar “dialog intensif” terkait rencana tersebut, terutama dengan calon operator yang akan terlibat dalam pembentukan dan pengelolaan cadangan gas itu. Terkait kondisi saat ini, Reiche menyebutkan bahwa fasilitas penyimpanan gas di Jerman terisi sekitar 22 persen.
“Itu memang tidak banyak, tetapi masih cukup untuk menjamin pasokan hingga akhir musim dingin, karena kebutuhan tidak hanya dipenuhi dari penyimpanan, tetapi juga melalui pasokan gas pipa dan LNG yang terus kami terima secara andal,” katanya.
Sebelumnya pada Selasa, Reiche juga menyatakan bahwa Jerman akan melepas sebagian cadangan minyaknya dalam beberapa hari ke depan sebagai respons terhadap konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jepang Cari Alternatif
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan pemerintah berupaya mencari pemasok bahan mentah dan sumber energi alternatif di tengah krisis di Selat Hormuz akibat konflik di Iran.
Ia juga menyatakan kesiapan untuk menerapkan langkah tambahan secara fleksibel guna mendukung masyarakat dan ekonomi nasional jika kenaikan harga berlangsung berkepanjangan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami bekerja sama dengan para menteri untuk mengamankan sumber pasokan alternatif bagi barang yang berpotensi tidak tersedia," kata Takaichi dalam rapat komite anggaran majelis tinggi parlemen Jepang, Selasa (17/3).
Takaichi mengatakan pemerintah mempertimbangkan berbagai skenario mengingat situasi di Timur Tengah masih belum pasti.
"Jika krisis berlanjut, kami akan mengambil langkah fleksibel untuk memastikan kesejahteraan masyarakat tetap terjaga," ujarnya.
Pemerintah Jepang telah memutuskan menggunakan sisa dana cadangan untuk menjaga harga bahan bakar, sementara subsidi akan mulai berlaku pada 19 Maret. Pemerintah juga mulai melepas cadangan minyak.
Dalam debat parlemen, oposisi memperingatkan krisis berkepanjangan di Timur Tengah dapat mengganggu pasokan minyak serta bahan baku penting untuk industri kimia, pupuk, dan semikonduktor.
Takaichi mengakui kenaikan harga minyak dapat berdampak ke sektor pertanian, termasuk mendorong kenaikan harga pupuk.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!