Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IHSG Berpotensi Fluktuatif

📅 Senin, 16 Mar 2026, 08:50 WIB | Oleh:
IHSG Berpotensi Fluktuatif Doc: istimewa

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di­prediksi bergerak fluktuatif pekan ini, dipengaruhi ketidak­pastian pasar akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Investor cenderung berhati-hati, sehing­ga transaksi saham berpotensi bergantung pada perkembangan situasi global dan sentimen risiko yang muncul. 

Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta melihat tekanan terhadap IHSG masih berlanjut, terutama dipicu perang antara Iran dan koalisi Amerika Serikat (AS)-Israel. HSG masih berpotensi bergerak fluktuatif awal pekan ini.

Nafan memproyeksikan IHSG dalam perdagangan, Se­nin (16/3), bergerak fluktuatif di dengan support di kisaran 7.117-7.005, sementara resistance berada di rentang 7.222-7.482.

Sebelumnya, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (15/3) sore, ditutup melemah 224,91 poin atau 3,05 per­sen ke posisi 7.137,20 mengikuti pelemahan bursa kawasan Asia seiring kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi inflasi energi di tingkat global. Sementara, kelompok 45 sa­ham unggulan atau indeks LQ45 turun 22,86 poin atau 3,04 persen ke posisi 728,83.

“Investor khawatir konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran yang berkepanjangan akan membuat harga minyak men­tah di harga tinggi dalam waktu yang lebih lama dari per­kiraan sebelumnya, sehingga akan mendorong terjadinya kenaikan inflasi dan melebarnya defisit APBN,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim, dalam kajiannya di Ja­karta.

Dari mancanegara, AS untuk sementara mengizinkan pembelian minyak mentah Rusia yang sudah berada di perairan untuk menstabilkan harga minyak mentah. Di­perkirakan terdapat sekitar 124 juta barel minyak asal Rusia yang sudah dalam perjalanan di laut di sebanyak 30 lokasi di seluruh dunia per 12 Maret 2026, yang mana cukup un­tuk pasokan sekitar lima hingga enam hari.

Harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) ter­catat berada di level 95,77 dolar AS per barel, sementara jenis Brent berada di level 101,02 dolar AS per barel, data perdagangan hari ini pukul 17.00 WIB.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
  • Pria tanpa identitas Tewas Tersengat Listrik saat Curi Kabel LRT
    Wajar sih kalau mati, justru aneh klo tidak ...
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Luar Negeri
Peru Resmi Ceraikan Hubunga...
Luar Negeri
Azerbaijan Kecewa Resolusi ...
Daerah
Keracunan MBG Sidoarjo, Seb...

Disdagin Kota Bandung Dorong UMKM Naik Kelas

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Disdagin Kota Bandung Doron...
Advertisement
PBB Laporkan Suhu Dunia Lampaui 1,5 Derajat Celsius, Risiko Bencana dan Ancaman Kesehatan Meningkat

PBB Laporkan Suhu Dunia Lampaui 1,5 Derajat Celsius, Risiko Bencana dan Ancaman Kesehatan Meningkat

02 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.