Nyepi dan Takbiran Berisisan, Gubernur NTB Ajak Warga Jaga Toleransi
📅 Minggu, 15 Mar 2026, 15:25 WIB | Oleh: Tim PenulisMATARAM — Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal mengajak seluruh masyarakat NTB untuk menjaga suasana toleransi, kebersamaan, dan saling menghormati menjelang perayaan Hari Raya Nyepi umat Hindu yang waktunya beririsan dengan malam takbiran menjelang Hari Raya Idul Fitri umat Islam.
Ajakan tersebut disampaikan Gubernur Miq Iqbal melalui Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik NTB sekaligus Juru Bicara Pemerintah Provinsi NTB Dr. H. Ahsanul Khalik, di Mataram, Minggu (15/3).
“Di NTB kita sudah sangat terbiasa hidup dalam kebersamaan. Toleransi bukan sekedar slogan, tetapi telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari.
Karena itu, momentum beririsan antara Nyepi dan Idul Fitri ini justru harus menjadi contoh bagaimana masyarakat menjaga harmoni dan saling menghormati,” ujar Aka menyampaikan pesan Gubernur, dikutip dari laman resmi Pemprov NTB.
Pemerintah Provinsi NTB menegaskan bahwa di NTB, tidak ada larangan bagi pelaksanaan Pawai Ogoh-ogoh dalam rangka Hari Raya Nyepi maupun Pawai Takbiran dalam rangka menyambut Idul Fitri.
Sebaiknya Anda baca juga:
Seluruh kegiatan keagamaan tetap dapat dilaksanakan sebagaimana biasa dengan tetap memperhatikan ketertiban serta kesepahaman bersama di tingkat masyarakat.
Di Kota Mataram, pemerintah kota bersama tokoh agama Hindu dan Islam, panitia pawai ogoh-ogoh, panitia takbiran, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta aparat keamanan telah beberapa kali melakukan pertemuan koordinasi untuk memastikan kedua kegiatan berjalan dengan baik.
Beberapa kesepakatan yang telah dicapai antara lain terkait tata tertib pelaksanaan kegiatan, jumlah peserta termasuk pembatasan peserta dari luar daerah, pengaturan rute kegiatan, ketepatan waktu pelaksanaan, serta pengawalan oleh aparat keamanan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pengawalan juga dilakukan oleh Bhabinkamtibmas dan Babinsa sejak peserta mulai bergerak dari lingkungan masing-masing hingga kegiatan selesai.
Koordinasi serupa juga dilakukan di sejumlah daerah lain di NTB, termasuk di wilayah Lingsar dan Narmada di Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Sumbwa, serta beberapa kawasan lainnya yang juga melaksanakan kegiatan serupa.
Menurut Aka, Gubernur Miq Iqbal menilai masyarakat NTB telah menunjukkan kedewasaan dalam kehidupan beragama dengan saling memberi ruang bagi pelaksanaan ibadah masing-masing.
Umat Islam memberikan ruang kepada umat Hindu untuk melaksanakan rangkaian Hari Raya Nyepi yang diawali dengan pawai ogoh-ogoh dan dilanjutkan dengan Catur Brata Penyepian.
Sebaliknya, umat Hindu juga memberikan penghormatan terhadap pelaksanaan malam takbiran dan Shalat Idul Fitri yang menjadi bagian dari perayaan Hari Raya Idul Fitri umat Islam.
“Kehidupan masyarakat NTB yang saling menghormati pelaksanaan ibadah masing-masing agama ini merupakan kekuatan sosial yang harus terus kita jaga,” kata Aka.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!