Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bandara Sentani Prediksi Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Terjadi 18 Maret

📅 Minggu, 15 Mar 2026, 10:36 WIB | Oleh:
Bandara Sentani Prediksi Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Terjadi 18 Maret Doc: Antara Foto
Ket. Bandara Internasional Sentani Jayapura

 PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional Sentani di Kabupaten Jayapura, Papua, menyebutkan puncak arus mudik Lebaran 2026 akan terjadi pada 18 Maret.

General Manager Kantor Cabang PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional Sentani Jayapura I Nyoman Noer Rohim dalam keterangan yang diterima di Jayapura, Sabtu, mengatakan pada puncak arus mudik tersebut diperkirakan jumlah penumpang sebanyak 6.335 orang.

Sementara untuk arus balik diprediksi terjadi pada 28 Maret 2026, dengan perkiraan jumlah penumpang sebanyak 5.717 orang.

Menurut Rohim, pergerakan penumpang pada periode Lebaran 2026 diprediksi mengalami kenaikan atau pertumbuhan positif jika dibandingkan dengan periode Lebaran 2025 yakni dengan total kenaikan sebesar 1,1 persen atau setara dengan 89.736 penumpang.

"Kemudian untuk pergerakan pesawat juga diprediksi mengalami kenaikan sebesar 0,8 persen atau 1.616 pergerakan pesawat baik take off maupun landing jika dibandingkan dengan periode Lebaran 2025," ujarnya.

Dia menjelaskan angkutan kargo juga akan mengalami kenaikan sebesar 4,4 persen atau setara dengan 3.593.547 kilogram jika dibandingkan dengan periode lebaran 2025.

"Adapun rute penerbangan favorit dari Bandara Internasional Sentani Jayapura, yakni rute tujuan Wamena, Makassar, Timika, Jakarta dan Merauke," katanya lagi.

Dia menambahkan PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional Sentani di Kabupaten Jayapura, Papua membuka posko angkutan udara lebaran selama 18 hari ke depan yang dimulai sejak 13 Maret hingga 30 Maret 2026.

"Posko Angkutan Udara Lebaran 2026 ini bertujuan untuk memastikan bahwa operasional Bandar Udara selama periode Lebaran ini dapat berjalan dengan lancar, selamat, aman dan nyaman," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.