Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dorong Pengelolaan Karbon Biru, KKP Susun Baseline Emisi Lamun

📅 Kamis, 12 Mar 2026, 14:45 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Dorong Pengelolaan Karbon Biru, KKP Susun Baseline Emisi Lamun Doc: istimewa
Ket. Workshop Teknis Penyepakatan Baseline GRK Lamun dan Tata Kelola Data Emisi Sektor Kelautan dan Perikanan yang digelar di Jakarta baru-baru ini

JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melaksanakan penyusunan baseline emisi gas rumah kaca (GRK) dari ekosistem lamun sebagai langkah memperkuat tata kelola karbon biru nasional dan kontribusi sektor kelautan dalam pengendalian perubahan iklim.

Baseline tersebut dihasilkan melalui Workshop Teknis Penyepakatan Baseline GRK Lamun dan Tata Kelola Data Emisi Sektor Kelautan dan Perikanan yang digelar di Jakarta baru-baru ini, dengan melibatkan kementerian dan lembaga, akademisi, serta mitra terkait.

Workshop ini menjadi forum penting untuk menyamakan metodologi penghitungan baseline emisi lamun sekaligus memperkuat sistem pengelolaan data emisi sektor kelautan dan perikanan secara lebih terintegrasi.

Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan, Koswara mengatakan penetapan baseline emisi lamun merupakan fondasi awal dalam memperkuat pengelolaan karbon biru nasional. Menurutnya, penyusunan baseline emisi ini dapat menjadi dasar ilmiah yang kuat untuk mengukur kontribusi ekosistem pesisir dalam menyerap maupun melepaskan emisi gas rumah kaca. 

“Data tersebut akan menjadi fondasi penting dalam merumuskan kebijakan mitigasi perubahan iklim di sektor kelautan dan perikanan sekaligus mendukung pencapaian target penurunan emisi nasional,” ujarnya di Jakarta, Kamis (12/3).

Ekosistem lamun merupakan salah satu komponen penting ekosistem pesisir yang memiliki kemampuan menyerap dan menyimpan karbon dalam jumlah besar. Bersama mangrove dan terumbu karang, ekosistem pesisir tersebut menjadi bagian penting dari strategi mitigasi perubahan iklim berbasis alam atau karbon biru.

Penetapan baseline emisi dilakukan untuk mengetahui kondisi awal cadangan karbon serta potensi emisi yang dihasilkan akibat perubahan atau gangguan terhadap ekosistem lamun. Informasi tersebut menjadi dasar dalam menyusun skenario penurunan emisi sekaligus memperkuat kebijakan pengelolaan ekosistem pesisir secara berkelanjutan.

Direktur Konservasi Ekosistem, Firdaus Agung menambahkan, bahwa penguatan metodologi dan tata kelola data emisi sektor kelautan menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan kelautan berkelanjutan. 

“Penyusunan metodologi dalam menetapkan baseline emisi lamun ini diharapkan dapat memperkuat tata kelola data emisi sektor kelautan dan perikanan agar lebih terintegrasi dan kredibel, sekaligus mendukung kontribusi ekosistem pesisir dalam agenda mitigasi perubahan iklim,” jelasnya.

Sementara itu, pakar perubahan iklim dari IPB University Rizaldi Boer menilai pendekatan ilmiah dalam penetapan baseline emisi lamun penting untuk memastikan kontribusi sektor kelautan terhadap pengendalian perubahan iklim dapat terukur secara akurat.

Workshop juga menekankan pentingnya penguatan sistem data emisi sektor kelautan dan perikanan yang terintegrasi guna mendukung pelaporan, pemantauan, dan evaluasi kontribusi sektor kelautan dalam pengendalian perubahan iklim secara transparan dan akuntabel. Baseline emisi GRK dari ekosistem lamun menjadi fondasi awal pengembangan sistem karbon biru sektor kelautan dan perikanan yang ke depan akan terus diperkuat melalui peningkatan kualitas data aktivitas, pengembangan faktor emisi nasional yang lebih spesifik, serta verifikasi lapangan untuk menekan ketidakpastian data.

Sebagai bagian dari implementasi kebijakan ekonomi biru, KKP terus mendorong perlindungan ekosistem pesisir seperti lamun, mangrove, dan terumbu karang. Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono sebelumnya menegaskan bahwa perlindungan ekosistem pesisir merupakan investasi jangka panjang bagi ketahanan pangan, mitigasi perubahan iklim, serta kesejahteraan masyarakat pesisir.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...

KPK Periksa Mantan Direktur Keuangan Bank BJB

46 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
KPK Periksa Mantan Direktur...
Megapolitan
DPRD DKI Minta Jakpro Perku...
Advertisement
Pertamina Pertahankan Harga BBM untuk Oktober

Pertamina Pertahankan Harga BBM untuk Oktober

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.