Gubernur Pramono Ingatkan Dampak Konflik Global: Jaga Solidaritas Jakarta Agar Ekonomi Tetap Kuat
📅 Selasa, 10 Mar 2026, 16:15 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Pemprov DKI Jakarta
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah dan masyarakat memperkuat solidaritas sosial serta semangat gotong royong. Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama di Kantor Wali Kota Jakarta Barat pada Senin (9/3).
Menurut Pramono, kondisi global yang saat ini diliputi berbagai ketidakpastian menuntut bangsa Indonesia memiliki daya tahan sosial yang kuat. Ia menilai kebersamaan dan rasa saling percaya menjadi kunci penting agar masyarakat mampu menghadapi berbagai tantangan yang muncul.
"Sekarang ini kondisi global sedang tidak baik-baik saja. Kita semua harus berpikir bagaimana daya tahan kita sebagai bangsa tetap kuat," ujar Pramono.
"Kebersamaan, gotong royong, dan saling mempercayai menjadi kata kunci bagaimana kita sebagai bangsa besar menghadapi situasi ini," lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pramono juga mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, serta masyarakat untuk menjaga kebersamaan. Ia menilai tantangan global yang terjadi saat ini berpotensi memengaruhi kondisi ekonomi, termasuk kenaikan harga komoditas dan gangguan rantai pasok dunia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurutnya, jika konflik global berlangsung dalam waktu lama, dampaknya dapat dirasakan oleh berbagai sektor ekonomi di dalam negeri. Karena itu, pemerintah daerah dan masyarakat perlu menjaga solidaritas serta memperkuat kerja sama dalam menghadapi situasi tersebut.
"Kondisi ini harus kita rawat bersama. Jika konflik global berlangsung lama, dampaknya tentu besar terhadap perekonomian," katanya.
"Untuk itu, kita perlu menjaga kebersamaan dan solidaritas," tambah Pramono.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain kegiatan buka puasa bersama, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat juga menggelar program donor darah. Kegiatan tersebut bertujuan membantu memenuhi kebutuhan kantong darah selama bulan Ramadan sekaligus menumbuhkan semangat kepedulian sosial di masyarakat.
Program donor darah itu menargetkan sebanyak 6.700 pendonor. Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur masyarakat mulai dari perangkat daerah, TNI, kader PKK, kader dasawisma, pengelola RPTRA, komunitas olahraga, hingga komunitas wartawan.
Dalam kesempatan yang sama, Pramono juga meresmikan Ruang Paseban Betawi di Kantor Wali Kota Jakarta Barat. Ruang tersebut diharapkan menjadi tempat bermusyawarah sekaligus ruang untuk menerima tamu dengan penuh penghormatan.
Menurut Pramono, keberadaan ruang tersebut menjadi simbol bahwa Jakarta tetap menjaga identitas budaya Betawi di tengah perkembangan kota yang semakin modern. Ia berharap ruang tersebut dapat dimanfaatkan sebagai tempat dialog antara pemerintah dan masyarakat.
"Ruang ini tidak hanya menjadi tempat bermusyawarah, tetapi juga menjadi simbol keterbukaan pemerintah dalam menerima aspirasi masyarakat," ujarnya.
"Sekaligus ruang edukasi budaya bagi masyarakat yang datang ke Kantor Wali Kota Jakarta Barat," tambahnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!