Rencana Realokasi Anggaran, Purbaya Tegaskan Koreksi di Pos MBG Tak Ganggu Belanja Produktif
📅 Senin, 09 Mar 2026, 22:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/ Luthfia Miranda Putri
JAKARTA – Rencana realokasi anggaran menjadi salah satu opsi kebijakan fiskal untuk meredam dampak lonjakan harga minyak dunia terhadap perekonomian domestik.
Dengan menyesuaikan prioritas belanja negara, pemerintah dapat mengalihkan sebagian anggaran untuk menjaga stabilitas energi, menahan tekanan inflasi, serta melindungi daya beli masyarakat.
Langkah ini dinilai penting sebagai bentuk respons cepat terhadap gejolak eksternal, sekaligus memastikan ruang fiskal tetap digunakan secara efektif untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan penyesuaian anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hanya akan dilakukan terhadap belanja non-produktif, sedangkan belanja untuk makanan tak akan diganggu.
“MBG nggak akan dipotong, kecuali yang nggak produktif,” kata Purbaya kepada wartawan di Jakarta, Senin (9/3).
Sebaiknya Anda baca juga:
Bendahara Negara itu mengatakan, pihaknya akan terus memantau realisasi belanja Program MBG secara berkala.
Namun, kebijakan yang akan dia ambil nantinya bukan memotong anggaran, melainkan memastikan anggaran dibelanjakan dengan efektif dan efisien.
“MBG nggak kami potong anggarannya, tapi kami pastikan yang dibelanjakan betul-betul efektif dan efisien,” tuturnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebelumnya, Purbaya mengatakan salah satu opsi yang tersedia untuk meredam dampak lonjakan harga minyak dunia adalah realokasi belanja negara.
Sejumlah anggaran program yang memiliki tingkat urgensi rendah bisa digeser untuk memenuhi kebutuhan kesehatan fiskal.
Dia mencontohkan program yang masih memiliki ruang realokasi anggaran adalah Makan Bergizi Gratis (MBG). Pergeseran anggaran tidak terjadi pada fungsi inti program dalam penyediaan makanan, melainkan pada kegiatan pendukung, seperti penyediaan kendaraan bermotor bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“MBG programnya bagus, tapi kami ingin cegah kalau ada belanja yang tidak terlalu mendukung langsung makanan, misalnya beli motor,” jelas Menkeu dalam taklimat media di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (7/3).
Realokasi belanja juga menjadi salah satu rekomendasi Direktur Eksekutif Center of Economics and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira. Bhima berpendapat dalam situasi saat ini, realokasi belanja menjadi jalan yang lebih baik alih-alih menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi untuk mengurangi tekanan fiskal.
Dia pun menyarankan agar pemerintah menyesuaikan belanja tiga program, di antaranya Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, dan food estate.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!