Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Triwulan II-2026, Sektor Transportasi dan Pergudangan Tumbun 5,65%

📅 Selasa, 18 Agu 2026, 18:25 WIB | Oleh:
Triwulan II-2026, Sektor Transportasi dan Pergudangan Tumbun 5,65% Doc: Dok. Istimewa

JAKARTA - Mengacu data BPS, ekonomi Indonesia pada triwulan II-2026 tumbuh 5,29 persen secara tahunan. Sektor transportasi dan pergudangan tumbuh 5,65 persen serta berkontribusi 6,16 persen terhadap PDB, menunjukkan peluang bagi perusahaan logistik untuk memperkuat strategi pertumbuhan.

Perdagangan luar negeri turut membuka peluang. Ekspor Januari-Mei 2026 mencapai USD115,36 miliar, naik 3,02 persen secara tahunan, sedangkan impor mencapai USD111,33 miliar atau tumbuh 15,24 persen. Neraca perdagangan mencatat surplus USD4,03 miliar.

Merespons perkembangan tersebut, Logistics Executive Forum 2026 diselenggarakan di HARRIS Convention Hall Summarecon Bekasi pekan lalu (12/8). Forum yang digelar Inoversi dan Beyond Core Academy serta didukung ALFI DPW Jawa Barat dan Supply Chain Indonesia (SCI) ini menyasar pemimpin industri dan mendapat respons positif.

Berty Argiyantari, Founder Inoversi Business Consultant dan Co-founder Beyond Core Academy, menginisiasi forum untuk mendorong perusahaan logistik menemukan sumber pertumbuhan baru melalui diversifikasi sektor dengan mempertimbangkan potensi pasar, kapabilitas, dan risiko.

Setijadi, CEO dan Founder SCI, memaparkan bahwa pertumbuhan sektor transportasi dan pergudangan perlu dibaca bersama perubahan permintaan, perdagangan, teknologi, dan kebijakan. Perusahaan tidak cukup mengejar volume, tetapi perlu memilih sektor pelanggan yang prospektif, membutuhkan layanan logistik, dan memiliki ketahanan bisnis.

"Diversifikasi dapat diarahkan ke sektor makanan dan minuman, ritel dan perdagangan elektronik, manufaktur, agribisnis, farmasi, serta rantai dingin. Pemilihan sektor didasarkan pada ukuran dan pertumbuhan pasar, arus barang, persaingan, kebutuhan investasi, serta kesesuaian jaringan," katanya.

Penerapannya memerlukan pemetaan peluang, penilaian kapabilitas, pemilihan sektor prioritas, pengembangan solusi, dan uji pasar. Ekspansi bertahap memungkinkan perusahaan membangun portofolio tanpa mengganggu layanan inti dan arus kas.

Yan Hendry Jauwena, Chief Sales Officer CJ Logistics Indonesia, menjelaskan bahwa diversifikasi harus diterjemahkan menjadi model bisnis yang jelas. Perusahaan perlu menetapkan proposisi nilai, segmen pelanggan, cakupan layanan, sumber pendapatan, struktur biaya, dan kemitraan.

"Kesiapan operasi menjadi penentu keberhasilan. Kapabilitas sumber daya manusia, proses, teknologi, aset, jaringan, tata kelola, dan standar layanan harus sesuai dengan kebutuhan sektor sasaran agar peluang tidak menimbulkan kompleksitas yang tidak terkendali," katanya.

Implementasi perlu dilakukan melalui proyek percontohan dengan indikator terukur, termasuk pendapatan, margin, utilisasi aset, mutu layanan, dan retensi pelanggan. Evaluasi menjadi dasar untuk memperluas, menyesuaikan, atau menghentikan inisiatif.

Trismawan Sanjaya, Sekretaris Jenderal DPP ALFI, menggarisbawahi bahwa diversifikasi menambah risiko perusahaan. Risiko pasar, kredit pelanggan, investasi, operasional, teknologi, regulasi, keselamatan, dan reputasi perlu diidentifikasi sejak perencanaan.

"Setiap pilihan sektor perlu dilengkapi batas toleransi risiko, skenario, mitigasi, penanggung jawab, dan mekanisme pemantauan. Pendekatan ini membantu manajemen menyeimbangkan ambisi pertumbuhan dengan kemampuan menyerap potensi kerugian," tutup.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...

Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo

26 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola Tewaskan Lebih ...
Daerah
Anggaran PUPR Karawang Masi...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.