BI: Transaksi UMKM di Kepri Ramadhan Fair 2026 Naik 9 Persen
📅 Senin, 09 Mar 2026, 06:28 WIB | Oleh: Yebdi Trismar
Doc: Antara Foto
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Riau mencatat transaksi penjualan produk UMKM selama ajang "Kepri Ramadhan Fair (KURMA) 2026" mencapai Rp2,54 miliar atau meningkat 9 persen dibanding 2025 hanya Rp2,3 miliar.
"Alhamdulillah, penjualan UMKM yang ada di Batam dan Tanjungpinang meningkat selama kegiatan KURMA, 2-8 Maret 2026," kata Kepala Perwakilan BI Kepulauan Riau (Kepri) Rony Widijarto di sela penutupan "KURMA 2026" di Taman Gurindam 12, Kota Tanjungpinang, Ahad.
Rony menyebutkan, penjualan produk UMKM paling banyak melalui sistem daring (online). Hal ini menandakan masyarakat semakin mudah berbelanja berbagai keperluan secara daring.
Selain penjualan yang meningkat, kata Rony, pembiayaan pelaku UMKM dari hasil "bussines matching" atau pertemuan bisnis dengan Bank Riau Kepri Syariah (BRKS) juga naik 3,34 persen atau mencapai 2,24 miliar dibanding tahun 2025.
"Pembiayaan ini menyasar sebanyak 35 pelaku UMKM," ujar Rony.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menyebutkan, "KURMA 2026" menjadi wadah sinergi dan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Kepri dengan BI, Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS), Perbankan, OJK serta seluruh instansi yang sangat peduli dengan perkembangan ekonomi syariah di Bumi Melayu tersebut.
"KURMA" merupakan wujud implementasi dari Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) strategi masterplan ekonomi syariah Indonesia yang diharapkan jadi pendukung dalam agenda pembangunan ekonomi di tanah air.
Rony menjelaskan, terdapat empat pilar dalam implementasi "KURMA", yaitu pilar industri halal dan UMKM halal, kemudian ekspor dan kerja sama internasional.
Sebaiknya Anda baca juga:
Lalu keuangan syariah, berikutnya dana sosial syariah serta ekosistem pendukung dari ekonomi syariah.
Selama "KURMA 2026" berlangsung, pihaknya telah melaksanakan kegiatan rantai nilai industri halal, baik untuk modis (fashion) maupun makanan halal.
"Modis fesyen, misalnya, ada 'fashion show' yang telah menyumbang pembelian penjualan terbesar selama 'KURMA'," ungkap Rony.
Ia menambahkan di dalam "KURMA 2026", terdapat berbagai lomba edukasi dan literasi keuangan syariah guna meningkatkan pemahaman masyarakat serta perlindungan konsumen.
Rony memastikan BI secara konsisten terus mendukung "KURMA" sebagai bagian dari ekonomi syariah sekaligus meningkatkan kontribusinya dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.
Ia menjelaskan, pencapaian ekonomi Kepri tahun 2025 tumbuh tinggi sebesar 6,98 persen atau tertinggi di Pulau Sumatera dan ketiga nasional.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!