Kementan Ajak Masyarakat Tak Panik Belanja Pangan Jelang Lebaran, Agar Stok dan Harga Terkendali
📅 Minggu, 08 Mar 2026, 09:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Kementan
JAKARTA - Kementerian Pertanian mengedukasi masyarakat berbelanja pangan secara bijak tanpa panik menjelang Lebaran 1447 Hijriah, guna menjaga stabilitas pasokan serta harga pangan tetap terkendali di tengah meningkatnya permintaan.
"Kami mengajak masyarakat agar tetap tenang dan rasional dalam berbelanja pangan selama Ramadhan dan menjelang Idul Fitri," kata Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementan Moh. Arief Cahyono dalam keterangan di Jakarta, Minggu (8/3).
Arief mengatakan upaya itu dilakukan melalui talkshow interaktif Tani On Stage bertajuk “Belanja Pangan Tanpa Panik, Belanja Bijak itu Asyik!” sebagai upaya memberikan edukasi kepada masyarakat agar tetap tenang dan rasional dalam berbelanja pangan selama puasa Ramadhan hingga jelang Lebaran.
Dia menuturkan kegiatan yang digelar di Kota Depok, Jawa Barat itu merupakan bagian dari rangkaian Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Arief menyampaikan program sosialisasi melalui "Tani On Stage" bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai langkah pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Berbagai upaya stabilitas pangan yang dilakukan pemerintah meliputi Gerakan Pangan Murah (GPM), fasilitasi distribusi pangan, pengawasan kepatuhan harga eceran tertinggi (HET), termasuk penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
“Saya berharap masyarakat mendapat pemahaman mengenai Gerakan Pangan Murah sebagai upaya pemerintah menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan,” ujar Arief.
Di tempat yang sama, Direktur Kewaspadaan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Nita Yulianis menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pangan nasional.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemerintah terus menjaga pasokan dan stabilitas harga melalui berbagai program, termasuk Gerakan Pangan Murah.
“Stok pangan saat ini dalam kondisi cukup, sehingga masyarakat tidak perlu panic buying. Membeli berlebihan justru dapat mengganggu distribusi di pasar,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Hilirisasi Hasil Hortikultura Kementan Freddy memastikan ketersediaan komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang merah tetap mencukupi hingga setelah Idul Fitri.
Menurutnya, fluktuasi harga yang terjadi lebih banyak dipengaruhi faktor cuaca yang dapat menghambat proses panen dan distribusi.
“Secara produksi sebenarnya tersedia. Tantangannya lebih pada faktor cuaca yang kadang mempengaruhi proses panen,” jelasnya.
Freddy juga mendorong masyarakat mengurangi pemborosan pangan dengan melakukan pengolahan sederhana di rumah, seperti membuat bumbu dasar atau pasta cabai agar lebih tahan lama. Selain itu, masyarakat juga dianjurkan memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam kebutuhan dapur seperti cabai.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!