Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemendiktisaintek Terbitkan Edaran Soal Penyesuaian Pola Belajar di Kampus

📅 Senin, 06 Apr 2026, 17:10 WIB | Oleh:
Kemendiktisaintek Terbitkan Edaran Soal Penyesuaian Pola Belajar di Kampus Doc: RRI/Pradipta Rahadi
Ket. Mendiktisaintek Brian Yuliarto

JAKARTA - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) mengeluarkan Surat Edaran Nomor 2 Tahun 2026. Edaran tersebut mengatur tentang pola kerja di lingkup kegiatan akademik dan perguruan tinggi.

"Ini sebagai antisipasi jika nanti krisis dunia berkepanjangan. Karena kemarin kita sudah mendapatkan analisis bahwa bukan tidak mungkin krisis ini menyamai krisis pandemi Covid-19," ujar Mendiktisaintek Brian Yuliarto, di Kantor Kemendiktisaintek, Senin (6/4).

Brian menegaskan, kebijakan penyesuaian pola kerja tersebut bertujuan untuk tidak mengganggu dan mengurangi kualitas pembelajaran. Baginya, ini menjadi momen positif menciptakan budaya kerja yang lebih efisien, dengan syarat implementasi tepat.

"Konteksnya dalam rangka membangun budaya kerja lebih efisien. Kenapa?, karena sebenernya ketika Covid-19 kita belajar bahwa digitalisasi penting, itu membuat kita menjadi lebih efisien," kata Brian lebih lanjut.

Dalam Edaran tertanggal 2 April 2026 itu, Mendiktisaintek mengimbau perguruan tinggi menerapkan metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Metode PJJ tersebut menurut Mendiktisaintek diatur secara proporsional.

Kebijakan PJJ ini rencananya ditujukan khusus untuk mahasiswa semester lima ke atas, termasuk program pascasarjana. Terkecuali untuk mereka yang ada mata kuliah mewajibkan tatap muka seperti praktikum, klinik, begkel, dan studio.

Edaran itu juga menginstruksikan optimalisasi layanan platform digital. Optimalisasi itu ditujukan untuk kegiatan akademik dan administrasi.

Sejumlah kegiatan sivitas akademika seperti bimbingan skripsi hingga disertasi, seminar proposal dan rapat akademik dilaksanakan secara daring. Tujuannya demi memudahkan dan mengurangi mobilitas.

Sebelumnya, Pemerintah telah membatalkan PJJ bagi siswa. Pembelajaran daring awalnya didiskusikan sebagai langkah mengantisipasi krisis energi akibat Konflik Timur Tengah.

Menko Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan Pratikno menyatakan, sangat penting menjamin proses pembelajaran tetap berjalan normal. Pembatalan ini sudah terlebih dahulu berkoordinasi dengan Mendikdasmen dan Menag.

"Pentingnya menjaga kualitas pendidikan siswa, (maka dilakukan) pembicaraan lintas kementerian. Bahwa pembelajaran daring bagi siswa tidak menjadi sebuah urgensi saat ini," ujar Pratikno.

Pratikno juga pernah menyebut rencana pemerintah untuk menggelar pembelajaran gabungan daring dan luring. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi krisis energi atas Konflik Timur Tengah antara Amerika Serikat-Israel dan Iran. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
Megapolitan
Daftar Lokasi Samsat Kelili...
Megapolitan
Urus SIM Tak Repot Lagi, Ad...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.