Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cegah Kematian DBD, Pemkab Penajam Paser Utara Gunakan Tes NS1

📅 Minggu, 08 Mar 2026, 12:36 WIB | Oleh:
Cegah Kematian DBD, Pemkab Penajam Paser Utara Gunakan Tes NS1 Doc: Antara Foto
Ket. Gerbang Madani Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur menggunakan pemeriksaan nonstruktural protein-1 (NS1) guna mencegah kematian akibat gigitan nyamuk aedes aegypti pembawa penyakit demam berdarah dengue atau DBD.

"Alat pemeriksaan NS1 untuk mengetahui infeksi DBD sejak awal, upaya deteksi dini ditingkatkan," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara Jansje Grace Makisurat di Penajam, Minggu.

Mendeteksi dini DBD dengan alat NS1 tersebut, lanjut dia, agar pasien bisa segera ditangani dan diharapkan tidak sampai terjadi kematian.

Tercatat di Kabupaten Penajam Paser Utara pada 2024 terdapat dua kasus kematian, dan pada 2025 terjadi tiga kasus kematian akibat terinfeksi virus dengue.

Upaya preventif lainnya yang dilakukan
seperti gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan menguras, menutup dan mendaur ulang tempat penampungan air (3M), serta pemantauan jentik.

Kemudian juga melakukan pengasapan menggunakan insektisida dan membagikan Abate untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk yang menjadi perantara penularan virus dengue.

Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara mencatat penderita DBD yang terdata pada awal 2026 hingga saat ini sebanyak 25 orang, sedangkan sepanjang 2025 tercatat 348 orang warga terserang DBD.

Penyakit ini diwaspadai terutama saat kondisi iklim pancaroba adalah demam berdarah. Jika penanganan terlambat akan membahayakan jiwa. Serangan penyakit ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes aegypti yang bisa muncul sepanjang waktu, kapan saja, dan di mana saja.

Masyarakat juga harus memperhatikan gejala DBD. Jika ada gejala demam tinggi segera melakukan pemeriksaan kesehatan di pusat layanan kesehatan terdekat, demikian Jansje Grace Makisurat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...
  • Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia
    Preview komentar:
    Terima kasih atas liputan yang mendalam ini; sangat ...
  • Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo, dan BP Alami Penyesuaian
    Preview komentar:
    Bukannya Vivo & BP 92 udah 16.130 dari ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Megapolitan
Berlatih menari balet di Ga...
Daerah
Gunung Anak Krakatau Erupsi...
Daerah
Tradisi Grobyak Ikan Sumber...

Rupiah Masih Rentan - 24 Agustus 2026

5 jam yang lalu | Rizal Azhari

Ekonomi
Rupiah Masih Rentan - 24 Ag...
Ekonomi
IHSG Menghijau! Awal Perdag...

Kabar Baik! Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

5 jam yang lalu | Marcellus Widiarto

Ekonomi
Kabar Baik! Rupiah Menguat ...

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

5 jam yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Jumlah rumah rusak akibat g...
Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.