Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pasokan BBM Nelayan Diperkuat, KKP Ajak Banyak Pihak Bangun SPBUN di Kampung Nelayan Merah Putih

📅 Sabtu, 07 Mar 2026, 00:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pasokan BBM Nelayan Diperkuat, KKP Ajak Banyak Pihak Bangun SPBUN di Kampung Nelayan Merah Putih Doc: ANTARA FOTO/Ampelsa
Ket. Ilustrasi - Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Nelayan (SPBUN) di pelabuhan perikanan Ulee Lheue, Banda Aceh, Aceh, Jumat (14/11/2025).

JAKARTA – Penyediaan SPBUN (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan) di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih memerlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, badan usaha, dan masyarakat pesisir.

Infrastruktur energi bagi nelayan bukan sekadar fasilitas pendukung, melainkan faktor penting yang menentukan kelancaran aktivitas melaut serta efisiensi biaya operasional para nelayan.

Melalui kerja sama lintas pihak, penyediaan dan pengelolaan SPBUN dapat dilakukan lebih berkelanjutan, baik dari sisi pasokan bahan bakar, pengawasan distribusi, hingga pemeliharaan fasilitas.

Kolaborasi ini juga membuka peluang integrasi dengan program pemberdayaan ekonomi pesisir lainnya, sehingga kehadiran SPBUN tidak hanya mempermudah akses energi bagi nelayan, tetapi juga memperkuat ekosistem ekonomi di Kampung Nelayan Merah Putih secara lebih menyeluruh.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membuka kolaborasi bagi koperasi maupun pihak swasta dalam penyediaan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), termasuk Desa Bumiharjo, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, saat meninjau KNMP Bumiharjo, Jumat (6/3), mengatakan keberadaan SPBUN menjadi fasilitas penting yang melengkapi sarana perikanan yang sudah tersedia di KNMP Bumiharjo, seperti pabrik es slurry, cold storage, shelter pendaratan ikan dan bengkel nelayan.

Menurut dia, akses bahan bakar yang dekat dengan pusat aktivitas hulu perikanan akan menjadi kunci efisiensi biaya operasional nelayan.

“Kalau koperasi mau ayo kita upayakan (SPBUN-nya), maupun pihak swasta yang berminat silakan,” kata Trenggono dalam siaran pers kementerian yang diterima di Jakarta.

Ia menegaskan KKP membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya agar pembangunan SPBUN dapat segera terealisasi.

Dengan adanya fasilitas tersebut, ia menyebut nelayan tidak perlu lagi menempuh jarak jauh untuk mendapatkan bahan bakar, sehingga waktu melaut lebih efisien dan biaya operasional lebih ringan.

KKP mencatat Desa Bumiharjo saat ini memiliki sekitar 250 nelayan aktif dengan kapal tradisional berukuran 5–10 GT. Komoditas utama hasil tangkapan berupa ikan bernilai tinggi seperti layur dan tongkol.

Potensi ini dinilai cukup besar untuk mendukung pengembangan kawasan KNMP sekaligus memperkuat kontribusi Jepara terhadap produksi perikanan nasional.

Dalam kunjungan tersebut, Trenggono juga meninjau fasilitas bengkel nelayan yang akan dilengkapi mesin penarik kapal ke darat agar nelayan tidak perlu mendorong kapal secara manual saat perbaikan.

Selain itu, penggunaan teknologi es slurry menjadi fokus KKP untuk menjaga kualitas ikan tetap segar sehingga nilai jual komoditas perikanan dari Jepara dapat meningkat di pasar yang lebih luas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Proses Evakuasi Korban Ledakan Rumah di Medan

44 menit yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Proses Evakuasi Korban Leda...
Nasional
DPR Tetapkan Hasil Seleksi ...
Ekonomi
Warung Pangan Diperkuat unt...
Luar Negeri
Persaingan di LTS Bayangi P...
Menpar: Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Gastronomi Dunia

Menpar: Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Gastronomi Dunia

21 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.