Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Karhutla di Kalbar, Kemenhut Fokuskan Pemadaman di Kubu Raya

📅 Sabtu, 07 Mar 2026, 13:23 WIB | Oleh:
Karhutla di Kalbar, Kemenhut Fokuskan Pemadaman di Kubu Raya Doc: Antara Foto
Ket. Berdasarkan pantauan BMKG Kalbar menggunakan sensor VIIRS dan MODIS pada satelit polar per 4 Maret 2026, terdeteksi 206 titik panas akibat karhutla di sejumlah kabupaten di Kalimantan Barat, yaitu antara lain Mempawah, Ketapang, Bengkayang, Sambas, Kubu Raya, serta Pontianak.

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menyebut upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan Barat termasuk upaya intensif pemadaman di Kabupaten Kubu Raya.

Kepala Seksi Wilayah II Pontianak Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Kalimantan Kemenhut Sahat Irawan Manik dalam pernyataan dikonfirmasi dari Jakarta, Sabtu menjelaskan saat ini wilayah Kalimantan Barat, khususnya Kabupaten Kubu Raya, menjadi daerah rawan karhutla seiring meningkatnya jumlah titik panas serta potensi kekeringan pada musim kemarau.

"Upaya pemadaman dilakukan mulai dari pagi hingga sampai dengan malam hari. Hal ini dilakukan untuk mempercepat pemadaman khususnya lokasi karhutla yang dekat dengan pemukiman," kata Sahat.

Dia mengatakan karhutla di Kabupaten Kubu Raya terjadi mulai 28 Februari 2026 hingga Jumat (6/3) dan meski sedang menjalankan ibadah puasa, anggota Manggala Agni Daops Manggala Agni Kalimantan VIII/Pontianak secara intensif memadamkan karhutla di lima titik yang tersebar di tiga wilayah yaitu Desa Rasau Jaya Tiga, Desa Rasau Jaya Umum dan Desa Limbung.

Dua lokasi karhutla yang ada di Desa Rasau Jaya Tiga dan Desa Rasau Jaya Umum, Kecamatan Rasau Jaya telah memasuki tahapan pendinginan dan mopping up, yang dilaksanakan untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa. Tahapan mopping up ini juga menandakan bahwa situasi karhutla seluruhnya telah terkendali dan dalam waktu dekat akan dinyatakan padam.

Lebih lanjut, Sahat menyatakan untuk mengantisipasi peningkatan kerawanan karhutla, tim Manggala Agni intens melaksanakan kegiatan patroli pencegahan karhutla di wilayah Kalimantan Barat.

"Patroli ini bertujuan untuk mendeteksi kondisi lapangan lebih awal, memperkuat koordinasi, serta mempercepat arus informasi dari masyarakat sehingga respons terhadap kejadian karhutla dapat dilakukan lebih cepat. Selain itu, patroli juga dilakukan untuk mengecek kondisi bahan bakar, potensi sumber air, serta isu-isu karhutla di masyarakat," jelasnya.

Berdasarkan pemantauan harian titik panas (hotspot) 2026, di Kabupaten Kubu Raya terjadi peningkatan jumlah dan sebaran titik panas, selain itu, hasil pengamatan Sistem Peringkat Bahaya Kebakaran (SPBK) BMKG juga menunjukkan peningkatan tingkat kerawanan kebakaran.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Hendak Terbang, Warga AS Di...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.