Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Petani dan Peternak Garut Siap Tajir, OJK Bongkar Strategi Akses Modal Tanpa Ribet

📅 Kamis, 05 Mar 2026, 06:30 WIB | Oleh:
Petani dan Peternak Garut Siap Tajir, OJK Bongkar Strategi Akses Modal Tanpa Ribet Doc: ANTARA/Feri Purnama
Ket. Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya Nofa Hermawati saat Rapat Pleno Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Garut di Garut, Jawa Barat, Rabu (4/3).

GARUT - Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Garut memperkokoh sinergitas lintas sektoral guna memperluas jangkauan layanan keuangan formal bagi pelaku UMKM, petani, hingga penyandang disabilitas.

 Dalam rapat pleno yang digelar di Garut, Rabu (4/3), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Pemerintah Kabupaten Garut menyepakati pengembangan Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) yang akan menyasar potensi pariwisata di Desa Wisata Tepas Papandayan. Langkah strategis ini diharapkan mampu memutus rantai hambatan permodalan di pelosok desa, sekaligus memastikan pertumbuhan ekonomi daerah berjalan lebih produktif, berkelanjutan, dan tepat sasaran.

"Program yang telah dilaksanakan sepanjang 2025 menjadi upaya nyata dalam memperluas akses dan pemanfaatan layanan keuangan formal oleh masyarakat secara lebih inklusif dan berkelanjutan," kata Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya Nofa Hermawati saat Rapat Pleno TPAKD Kabupaten Garut di Garut, Rabu.

Rapat pleno tersebut tidak hanya dihadiri kepala OJK, tetapi juga Bupati Garut Abdusy Syakur Amin, Wakil Bupati Garut Luthfianisa Putri Karlina, Sekretaris Daerah Kabupaten Garut Nurdin Yana, serta anggota TPAKD dan para pemangku kepentingan terkait yang salah satunya membahas program penguatan perluasan akses keuangan.

Ia menyampaikan sepanjang 2025 TPAKD Kabupaten Garut telah melaksanakan delapan program kerja yang berfokus pada peningkatan akses keuangan masyarakat, pemberdayaan UMKM, serta peningkatan literasi dan inklusi keuangan khususnya bagi perempuan dan kelompok disabilitas.

OJK juga terus mendorong penguatan Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) dan Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) melalui pendekatan berbasis klaster dan ekosistem untuk memastikan pembiayaan yang disalurkan lebih produktif dan berkelanjutan.

Melalui PED, lanjut dia, pengembangan difokuskan pada sektor unggulan daerah seperti peternakan dan pertanian, sedangkan EKI mengintegrasikan seluruh rantai nilai produksi, distribusi hingga pemasaran dengan layanan keuangan formal.

Ia menyebutkan pada 2026 program EKI direncanakan dikembangkan di Desa Wisata Tepas Papandayan untuk mendukung potensi pariwisata dan ekonomi kreatif lokal melalui perluasan akses pembiayaan dan literasi keuangan.

"Sebelumnya, implementasi EKI di Desa Wisata Sindangkasih pada tahun 2024 menunjukkan dampak positif terhadap peningkatan kapasitas pelaku usaha serta penggunaan layanan keuangan formal," katanya.

Ia menyampaikan TPAKD Kabupaten Garut juga melanjutkan penguatan klaster peternak domba serta mendukung Program Upland untuk komoditas kentang sebagai upaya meningkatkan produktivitas dan daya saing sektor pertanian unggulan daerah.

Selain itu, TPAKD memperkenalkan program Berbagi Hewan Kurban (Berehan) yang bertujuan memberdayakan peternak lokal melalui skema penyediaan hewan kurban bagi aparatur sipil negara, sehingga dapat menciptakan kepastian pasar bagi peternak.

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menegaskan pentingnya sinergitas seluruh pemangku kepentingan dalam memperluas akses keuangan masyarakat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif.

Melalui rapat pleno itu, kata dai, seluruh anggota TPAKD Kabupaten Garut berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam memperluas akses keuangan masyarakat, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

"TPAKD memiliki peran strategis sebagai forum koordinasi di daerah dalam memperkuat literasi dan inklusi keuangan, sekaligus mendorong pembiayaan sektor produktif seperti UMKM, petani, dan peternak," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...
  • Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia
    Preview komentar:
    Terima kasih atas liputan yang mendalam ini; sangat ...
  • Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo, dan BP Alami Penyesuaian
    Preview komentar:
    Bukannya Vivo & BP 92 udah 16.130 dari ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Megapolitan
Berlatih menari balet di Ga...
Daerah
Gunung Anak Krakatau Erupsi...
Daerah
Tradisi Grobyak Ikan Sumber...

Rupiah Masih Rentan - 24 Agustus 2026

5 jam yang lalu | Rizal Azhari

Ekonomi
Rupiah Masih Rentan - 24 Ag...
Ekonomi
IHSG Menghijau! Awal Perdag...

Kabar Baik! Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

5 jam yang lalu | Marcellus Widiarto

Ekonomi
Kabar Baik! Rupiah Menguat ...

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

5 jam yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Jumlah rumah rusak akibat g...
Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.