Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Fitch Ratings Sematkan Outlook Negatif pada Peringkat Utang RI, Ada Alarm Apa di Balik Fiskal Nasional?

📅 Rabu, 04 Mar 2026, 17:20 WIB | Oleh: Tim Penulis

Penerimaan pada 2025 melemah akibat kinerja pajak yang belum optimal, pembatalan kenaikan tarif PPN, serta pengalihan dividen BUMN ke dana kekayaan negara baru, Danantara.

Ketiga, risiko investasi di luar APBN. Danantara memiliki mandat untuk meningkatkan efisiensi BUMN dan mendorong pertumbuhan melalui investasi komersial di luar APBN. Tahun ini, dana tersebut berencana menginvestasikan sekitar 26 miliar dolar AS atau setara 1,7 persen dari PDB pada proyek hilirisasi mineral, energi, pangan, dan pertanian.

Fitch menilai masih terdapat ketidakpastian apakah mandat Danantara akan meluas melalui investasi berbasis utang untuk mendukung prioritas pemerintah. Jika itu terjadi, transparansi fiskal dan konsistensi kebijakan dapat terpengaruh, serta meningkatkan risiko kewajiban kontinjensi bagi negara.

Keempat, Fitch juga menyoroti penurunan indikator tata kelola Indonesia. Dalam indikator tata kelola Bank Dunia, Indonesia berada di persentil ke-44, di bawah median negara BBB yang berada di persentil ke-56. Gelombang protes besar pada 2025 disebut mencerminkan ketidakpuasan publik yang berpotensi menimbulkan tantangan politik.

Kelima, peran Bank Indonesia (BI) dan prospek utang. Fitch menggarisbawahi potensi perluasan mandat BI untuk mendukung pertumbuhan dan penciptaan lapangan kerja. Ini dinilai dapat menambah kompleksitas dalam menjaga stabilitas harga dan nilai tukar.

Dari sisi utang, rasio utang pemerintah diproyeksikan meningkat tipis menjadi 41 persen dari PDB pada 2026, masih di bawah median negara BBB sebesar 57,3 persen. Namun, beban pembayaran bunga yang mencapai sekitar 17 persen dari pendapatan pemerintah tergolong tinggi di antara negara setara.

Adapun Fitch memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap stabil di kisaran 5 persen pada 2026-2027. Permintaan domestik diperkirakan menjadi motor utama, ditopang belanja publik, investasi Danantara, pelonggaran moneter, serta hilirisasi industri.

Meski demikian, Fitch menilai target pertumbuhan 8 persen pada 2029 akan sulit dicapai tanpa reformasi struktural yang signifikan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.