Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tinggal Hitungan Waktu, Purbaya Ungkap Restrukturisasi Utang Whoosh Sudah Beres

📅 Rabu, 22 Apr 2026, 17:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tinggal Hitungan Waktu, Purbaya Ungkap Restrukturisasi Utang Whoosh Sudah Beres Doc: ANTARA PHOTO/ Hreeloita Dharma Shanti.
Ket. Penumpang menunggu jadwal keberangkatan kereta WHOOSH di Stasiun Kereta Cepat Halim, Jakarta.

JAKARTA – Restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh) mencerminkan upaya penyesuaian terhadap tekanan finansial akibat lonjakan biaya konstruksi dan proyeksi pendapatan yang belum sepenuhnya stabil.

Proyek ini sejak awal menghadapi pembengkakan biaya (cost overrun) yang meningkatkan beban pinjaman, sehingga skema pembayaran utang perlu ditata ulang agar tetap sejalan dengan kemampuan arus kas operasional.

Langkah restrukturisasi juga menunjukkan adanya pergeseran dari optimisme awal berbasis proyeksi permintaan tinggi menuju pendekatan yang lebih realistis dan berbasis kinerja aktual.

Dengan tingkat okupansi yang masih dalam fase pembentukan, penyesuaian tenor, bunga, atau skema pembayaran menjadi krusial untuk menjaga keberlanjutan proyek tanpa membebani keuangan negara maupun entitas operator secara berlebihan.

Di sisi lain, restrukturisasi ini memberi sinyal kepada investor bahwa proyek infrastruktur berskala besar tetap memiliki risiko finansial yang signifikan, terutama jika tidak diimbangi perencanaan matang dan mitigasi risiko sejak awal.

Namun, jika dikelola dengan tepat, langkah ini justru dapat memperkuat fondasi jangka panjang proyek Whoosh sebagai aset strategis transportasi modern, sekaligus menjaga kepercayaan pasar terhadap komitmen pemerintah dalam menyelesaikan proyek prioritas nasional.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh telah rampung dan tinggal menunggu pengumuman resmi pemerintah.

“Sudah kelar (restruktusiasi), tinggal diumumkan,” ujarnya dalam acara Simposium PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) 2026 di Jakarta, Rabu (22/4).

Pemerintah juga telah menyampaikan hasil tersebut kepada pemerintah China. Langkah ini ditempuh untuk menjaga hubungan bilateral jangka panjang serta kepercayaan antara kedua negara.

“Kemarin saya ketemu Menteri Keuangan China. Kan ini berhubungan dengan hubungan jangka panjang antara Indonesia dengan China. Kan saya bilang ke Menteri Keuangan China sudah diputuskan, tinggal diumumkan,” tuturnya.

Meski demikian, Menkeu belum bersedia mengungkapkan detail hasil restrukturisasi. Ia menyebut pengumuman resmi akan disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Nanti diumumkan Pak AHY. Saya pikir saya enggak berhak ngomongin sekarang ya. Nanti tanya Pak AHY begitu diumumkan nanti. Tapi yang jelas sudah putus, cuma belum saatnya diumumkan,” kata Purbaya.

Terkait kemungkinan kehadiran perwakilan China saat pengumuman resmi nanti, Bendahara Negara itu belum memberikan kepastian. Ia menegaskan keputusan tersebut berada di tangan pemerintah.

Sebelumnya, Purbaya sempat menyinggung proyek yang dikelola oleh PT KCIC itu sempat mengalami pembengkakan biaya (cost overrun) dan persoalan koordinasi antarinstansi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Teknologi Makin Canggih, Kenapa Hilirisasi Indonesia Masih Tersendat?
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai kendala hilirisasi; dari ...
  • Ambisi Semikonduktor Nasional Terhalang Ekosistem Industri
    Preview komentar:
    Tantangan mendasar yang dipaparkan secara tajam dalam artikel ...
  • Pemprov Kaltara Dorong UMKM Dilibatkan dan Masuk Kawasan Industri
    Preview komentar:
    Langkah strategis Pemprov Kaltara memfasilitasi UMKM lokal untuk ...
Daerah
Badan Geologi Laporkan Seju...
Menteri Ekraf Apresiasi Pameran SBY Art Community Jadi Ruang Kolaborasi Global

Menteri Ekraf Apresiasi Pameran SBY Art Community Jadi Ruang Kolaborasi Global

19 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.