Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rupiah Hampir Jebol Rp17.000, Perang AS-Israel-Iran Makin Ngeri, Dompet Kita Terancam?

📅 Selasa, 03 Mar 2026, 17:22 WIB | Oleh:
Rupiah Hampir Jebol Rp17.000, Perang AS-Israel-Iran Makin Ngeri, Dompet Kita Terancam? Doc: ANTARA/Muhammad Adimaja
Ket. Petugas menjunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Kamis (15/5).

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus menunjukkan tren pelemahan seiring dengan meluasnya eskalasi konflik bersenjata di Timur Tengah.

Pada penutupan perdagangan Selasa (3/3), mata uang Garuda terkoreksi ke level Rp16.872 per dolar AS. Ketegangan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat yang berujung pada penutupan Selat Hormuz kini menjadi ancaman nyata bagi stabilitas pasar uang domestik, meski neraca perdagangan Indonesia masih mencatatkan surplus.

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi perang AS-Israel yang meluas dengan Iran dan Lebanon.

“Perang udara AS dan Israel terhadap Iran meluas dengan Israel menyerang Lebanon dan Iran membalas dengan serangan terhadap infrastruktur energi di negara-negara Teluk dan terhadap kapal tanker di Selat Hormuz,” ungkapnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.

Kapal tanker dan kapal kontainer juga dikatakan menghindari jalur air tersebut karena perusahaan asuransi telah membatalkan pertanggungan mereka untuk kapal-kapal itu, sementara tarif pengiriman minyak dan gas global telah melonjak.

Kekhawatiran tentang transit di jalur air tersebut meningkat setelah pejabat senior Garda Revolusi Iran mengatakan Selat Hormuz ditutup dan memperingatkan Iran akan menembak kapal manapun yang mencoba melewatinya.

“Sekitar 20 persen minyak dan gas dunia melewati Selat Hormuz,” kata Ibrahim.

Di sisi lain, laporan data ekonomi dari domestik menunjukkan capaian yang positif. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca dagang Indonesia pada Januari 2026 mengalami surplus sebesar 0,95 miliar dolar AS.

“Neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus selama 69 bulan berturut-turut, terutama sejak Mei 2020. Surplus pada Januari 2026 ditopang oleh surplus pada komoditi nonmigas sebesar 3,22 miliar dolar AS,” ujar dia.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp16.870 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.848 per dolar AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...

Kabut Asap Selimuti Singapura

1 jam lalu | Fajar Alim M

Luar Negeri
Kabut Asap Selimuti Singapura
Megapolitan
Digitalisasi Posyandu Mulai...
Advertisement
Fenomena Tikungan ke-13 Mandalika: Antara Mitos Atau Sekadar Medan Balap yang Sulit?

Fenomena Tikungan ke-13 Mandalika: Antara Mitos Atau Sekadar Medan Balap yang Sulit?

08 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.