Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Konflik Iran Guncang Pasokan Minyak ke Negara-negara Asia

📅 Selasa, 03 Mar 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Konflik Iran Guncang Pasokan Minyak ke Negara-negara Asia Doc: AFP/Sahar ALATTARI
Ket. Kapal angkatan laut terlihat berlayar di Selat Hormuz, jalur air vital yang dilalui sebagian besar minyak dan gas dunia, Minggu (1/3).

TOKYO – Konflik Iran yang semakin meluas mengganggu arus pasokan minyak ke sejumlah negara Asia karena kapal-kapal tertahan di kawasan Teluk Timur Tengah, sementara harga minyak mentah dan biaya transportasi meningkat, kata sumber industri dan analis pada Senin (1/3).

Dikutip dari The Straits Times, gangguan tersebut menyoroti risiko besar bagi Asia, kawasan konsumen minyak terbesar di dunia, yang memperoleh sekitar 60 persen pasokan minyaknya dari produsen Timur Tengah, di tengah konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Israel di satu pihak melawan Iran.

Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan bahwa serangan militer AS–Israel dapat berlangsung selama beberapa pekan, yang berpotensi menyebabkan gangguan berkepanjangan terhadap lalu lintas di Selat Hormuz, jalur sempit yang dilalui sekitar 20 persen produksi minyak global serta porsi serupa gas alam cair (LNG) yang diangkut kapal dari produsen Timur Tengah.

Serangan pada Minggu (1/3), merusak tiga kapal tanker dan menewaskan satu pelaut, sementara serangan awal menyebabkan sekitar 200 kapal menjatuhkan jangkar di dekat Selat Hormuz untuk menghindari risiko. Pada Senin, perusahaan asuransi kapal membatalkan perlindungan risiko perang, sementara pelaku industri memperkirakan tarif angkut tanker akan melonjak karena perusahaan pelayaran menjauhkan kapal dari wilayah tersebut.

“Iran belum secara resmi menutup Selat Hormuz, tetapi sikap menghindari risiko dari perusahaan pelayaran merupakan fenomena nyata. Volume transit sudah menurun dengan kapal-kapal menunggu di luar selat,” kata analis Citi dalam sebuah catatan.

Harga minyak global naik sekitar 9 persen pada Senin setelah sebelumnya sempat melonjak hingga 13 persen.

“Beberapa kapal tanker minyak mentah yang menuju Jepang dari Timur Tengah saat ini menunggu di Teluk Persia dan menghindari melintasi Selat Hormuz,” kata Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Minoru Kihara dalam sebuah konferensi pers.

Perusahaan perdagangan Jepang Itochu mengalami “sebagian dampak” terhadap pengiriman minyak mentah dan produk minyak dari kawasan Teluk dan akan mencari pasokan dari luar Timur Tengah, menurut pernyataan yang dikirim melalui email.

Eneos, kilang minyak terbesar Jepang, mengatakan pihaknya akan menilai dampak terhadap pengadaan minyak mentah di masa depan sambil terus memantau situasi.

Gangguan berkepanjangan di Selat Hormuz akan mendorong harga minyak semakin tinggi dan dapat menyebabkan kekurangan pasokan bagi Tiongkok dan India, masing-masing importir minyak terbesar dan ketiga terbesar di dunia, sehingga negara-negara tersebut berpotensi menggunakan cadangan minyak serta mengurangi operasi kilang.

Sembilan Puluh Hari

Badan Energi Internasional (IEA), yang beranggotakan sebagian besar negara maju, mewajibkan anggotanya menyimpan cadangan minyak setara minimal 90 hari impor minyak bersih.

Kihara mengatakan Jepang belum memiliki rencana segera untuk melepas cadangan strategisnya, yang merupakan salah satu terbesar di dunia.

Perusahaan energi milik negara Indonesia, Pertamina, telah menyiapkan langkah mitigasi risiko dan mengoptimalkan operasi kilang untuk memastikan pasokan bahan bakar serta liquefied petroleum gas (LPG), menurut pernyataan resmi. Indonesia merupakan importir bensin terbesar di Asia Tenggara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

70 Ribu Migran yang Masuk ke Ceuta telah Pulang ke Maroko

53 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
70 Ribu Migran yang Masuk k...
Daerah
Update Kebakaran Hutan Gunu...

Bank Dunia Serukan Negara-negara Berkembang untuk Rangkul “AI” atau Akan Tertinggal

Bank Dunia Serukan Negara-negara Berkembang untuk Rangkul “AI” atau Akan Tertinggal

04 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.