Cetak Nutrisionis Kompeten, Danone Indonesia Hadirkan Program Praktik Industri bagi Mahasiswa Profesi Gizi IPB
📅 Selasa, 03 Mar 2026, 23:10 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Danone Indonesia
JAKARTA – Di tengah berbagai tantangan gizi dan kesehatan masyarakat, peran ahli gizi atau nutrisionis dituntut semakin adaptif. Tidak hanya harus memiliki fondasi ilmiah yang kuat, ahli gizi juga harus mampu mengomunikasikan sains secara efektif, serta berkontribusi dalam program edukasi berbasis bukti.
Saat ini, pendidikan pun menekankan pentingnya kolaborasi antara dunia akademik dan industri agar program pendidikan profesi dapat menghadirkan pengalaman praktik nyata, sehingga par lulusan memiliki kesiapan kompetensi yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan isu kesehatan masyarakat.
Sebagai upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang kesehatan, Danone Indonesia menjalin kerja sama dengan Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University dalam penyelenggaraan Program Praktik Kerja Profesi (Internship) bagi mahasiswa Pendidikan Profesi Nutrisionis.
Program tersebut dijalankan dengan bekerja sama dengan divisi Healthcare Nutrition (HN) Danone Indonesia, yang merupakan unit khusus yang berfokus pada ilmu gizi serta implementasi program edukasi kesehatan masyarakat berbasis bukti. Kolaborasi ini menjadi langkah konkret dalam menghadirkan pengalaman praktik industri bagi calon nutrisionis, sekaligus mendorong pendidikan profesi gizi yang lebih kolaboratif, aplikatif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Dekan Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, Dr. dr. Ivan Rizal Sini, GDRM, MMIS, FRANZCOG, SpOG menyampaikan bahwa kolaborasi ini mencerminkan komitmen IPB dalam mengembangkan pendidikan profesi agar lebih responsif terhadap tantangan kesehatan saat ini dan kebutuhan masyarakat.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Sebagai institusi pendidikan, kami memiliki tanggung jawab menyiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu mengimplementasikan ilmunya secara nyata dan berdampak. Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB memiliki peran strategis dalam memperkuat pendekatan di mana kesehatan manusia, lingkungan, dan sistem sosial saling berkaitan dan menjadi prioritas utama,” ujarnya melalui keterangan tertulis pada hari Selasa (3/2).
Ia menerangkan, IPB menjalin kerja sama lintas sektor, termasuk dengan Danone Indonesia, untuk menghadirkan perspektif industri serta pengalaman pembelajaran yang kontekstual dan aplikatif, khususnya terkait isu krusial seperti kesehatan dan gizi. Melalui program ini, mahasiswa dapat memahami bagaimana riset dan pendekatan berbasis bukti dijalankan secara profesional di industri kesehatan.
“Kami berharap para lulusan, nantinya dapat berperan di layanan primer, mampu menjembatani teori dan implementasi di masyarakat serta menghadirkan kontribusi yang terukur bagi kesehatan publik,” ucapnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Program praktik kerja profesi ini akan melibatkan mahasiswa Pendidikan Profesi Nutrisionis sepanjang tahun 2026 yang dilaksanakan dalam beberapa gelombang. Selama program berlangsung, peserta tidak hanya melakukan observasi dan pendampingan profesional, tetapi juga terlibat aktif dalam penyusunan konten edukasi berbasis sains, pengembangan materi komunikasi seperti infografis, penyelenggaraan diskusi dan webinar, hingga layanan konsultasi gizi bagi karyawan dan masyarakat, termasuk ibu hamil, ibu menyusui, serta ibu dengan balita.
“Skema ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman praktik yang terstruktur dan aplikatif, sekaligus memperkuat kesiapan mahasiswa dalam mengimplementasikan program kesehatan berbasis bukti di lingkungan industri,” terang Ivan.
Menurut Medical Science Director Danone Indonesia, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK., kolaborasi tersebut menegaskan komitmen Danone Indonesia dalam memperkuat pengembangan SDM kesehatan yang adaptif dan berorientasi pada praktik nyata. Tantangan kesehatan masyarakat yang semakin kompleks menuntut pendekatan yang kolaboratif dan berbasis bukti.
“Sebagai bagian dari komitmen global kami melalui Danone Impact Journey yang bertumpu pada pilar People, Health, dan Environment, kami percaya bahwa penguatan talenta kesehatan merupakan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan public,” ucapnya.
Ia menambahkan, sebagai perusahaan yang berfondasi pada riset di bidang kesehatan dan nutrisi, Danone juga meyakini bahwa pengembangan SDM kesehatan memerlukan sinergi erat antara dunia akademik dan industri. Kerja sama program praktik kerja ini membuka ruang pembelajaran aplikatif, di mana mahasiswa, khususnya program studi nutrisionis dapat terlibat langsung dalam riset, program screening kesehatan, serta inisiatif community development berbasis sains yang dijalankan dari sisi industri.
“Kami berharap pengalaman ini tidak hanya memperkaya perspektif mahasiswa, tetapi juga memperkuat kesiapan mereka menjadi nutrisionis yang kompeten secara teknis dan mampu menghadirkan solusi berbasis bukti yang relevan serta berdampak nyata bagi masyarakat,” tuturnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!