Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

TNI Turun Tangan, Korem 163 Kawal Ketat Dapur Makan Bergizi Gratis di Bali Agar Tak Kecolongan

📅 Senin, 02 Mar 2026, 17:26 WIB | Oleh:
TNI Turun Tangan, Korem 163 Kawal Ketat Dapur Makan Bergizi Gratis di Bali Agar Tak Kecolongan Doc: ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Ket. Komandan Korem 163 Wira Satya Brigadir Jenderal TNI Ida I Dewa Agung Hadisaputra (ketiga kiri) bersama Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamen Dukbangga)/Wakil Kepala BKKBN Isyana Bagoes Oka (kedua kanan) di sela peninjauan program MBG di Desa Celuk, Kabupaten Gianyar, Bali, Senin (2/3).

GIANYAR - Komando Resor Militer (Korem) 163/Wira Satya memperketat pengawasan terhadap implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh wilayah Bali.

Tak sekadar seremonial, keterlibatan personel TNI ini bertujuan memastikan standar keamanan pangan dan kualitas gizi tetap terjaga, mulai dari pengolahan di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hingga sampai ke tangan ratusan ribu penerima manfaat.

“Kami ikut membantu, sehingga harapannya keamanan dari makanan itu terjaga sampai didistribusikan,” kata Komandan Korem 163 Wira Satya Brigadir Jenderal TNI Ida I Dewa Agung Hadisaputra di sela peninjauan Program MBG di Desa Celuk, Kabupaten Gianyar, Bali, Senin.

Pihaknya ikut mengawal pelaksanaan sejak bahan pangan masuk di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pengolahan makanan, hingga distribusi kepada sasaran.

Ia menekankan agar makanan dari Program MBG itu berkualitas dan mengandung nilai gizi yang cukup kepada penerima manfaat.

Adapun penerima manfaat itu yakni pelajar dan kelompok 3B (balita, ibu hamil dan ibu menyusui) yang diharapkan dapat mendukung Sumber Daya Manusia (SDM) unggul dan menekan angka stunting sejak dini.

“Sampai saat ini di Bali belum terdapat masalah signifikan,” ucapnya.

Komandan Korem juga mendorong pelaku usaha, termasuk mitra yang ingin bergabung mendirikan dapur SPPG, guna mempercepat penyaluran program.

Meski begitu ia menekankan agar sebelum mengelola dapur SPPG, persyaratan seperti legalitas dan tempat untuk dijadikan dapur sudah tersedia dengan akses yang mudah dicapai masyarakat.

“TNI akan terus mendorong mereka yang ingin mendirikan SPPG, tapi dengan catatan sudah ada tanah bersertifikat, tempat yang sesuai dengan ketentuan, radius sekian sehingga bisa dijangkau untuk distribusi,” ucapnya.

Sementara itu Koordinator SPPG Bali Diah Ernitasari menjelaskan hingga saat ini di Pulau Dewata sudah berdiri 212 SPPG dari target ideal sekitar 355 SPPG.

Pihaknya terus melakukan koordinasi dengan kabupaten/kota di Bali untuk mempercepat pertambahan SPPG.

Adapun Badan Gizi Nasional (BGN) Provinsi Bali pada 2026 menyasar sebanyak 507 ribu penerima manfaat Program MBG, termasuk pelajar dan kelompok 3B.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Abu Vulkanik Masih Bisa Menembus Masker N95, Kecuali Diberi Tambahan
    Pantesan negara ga maju2, profesor UI lohhhh , ...
  • BTN Dorong Industri Kopi Indonesia Naik Kelas Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi
    Langkah luar biasa dari BTN dalam menginisiasi kolaborasi ...
  • OJK Bubarkan 58 Dana Pensiun, Ada Apa dengan Industri Pensiun RI?
    Meskipun terdapat pembubaran puluhan dana pensiun pemberi kerja, ...
  • Kini Deli Serdang Kembangkan Industri Jamur Menggunakan Elektrifikasi, Bisa Ditiru
    Inisiatif pemanfaatan teknologi elektrifikasi melalui mesin pengaduk media ...
  • Perkuat Daya Saing di Tengah Dinamika Pasar Global, VDNI Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
    Langkah strategis PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) ...
Luar Negeri
Houthi Bakar Fasilitas Ener...
Advertisement
Gubernur DKI: PJJ Jakarta Berakhir, Sekolah Kembali Normal Besok

Gubernur DKI: PJJ Jakarta Berakhir, Sekolah Kembali Normal Besok

08 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.