Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Awal Tahun Lesu! Kunjungan Turis Asing ke Bali Menyusut

📅 Senin, 02 Mar 2026, 23:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Awal Tahun Lesu! Kunjungan Turis Asing ke Bali Menyusut Doc: Antara.
Ket. Ilustrasi - Pariwisata di Bali.

DENPASAR – Kunjungan wisatawan mancanegara itu ibarat “suntikan energi” buat ekonomi daerah. Setiap turis yang datang bukan cuma foto-foto lalu pulang, tapi juga belanja, nginap di hotel, makan di restoran, sewa kendaraan, sampai beli oleh-oleh. Uangnya berputar, pelaku UMKM ikut kecipratan, dan lapangan kerja pun terbuka lebih luas.

Lebih dari itu, kehadiran turis asing juga bikin Indonesia makin dikenal di mata dunia. Promosi jadi berjalan alami lewat cerita dan unggahan mereka.

Kalau pengalaman mereka menyenangkan, efeknya bisa panjang—reputasi destinasi naik, kunjungan berikutnya ikut terdorong. Jadi, pariwisata bukan sekadar soal liburan, tapi soal bagaimana ekonomi lokal bisa tumbuh dari senyum para tamu yang datang.

Terkait itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali sepanjang Januari 2026 turun dibanding Desember 2025 maupun Januari 2025.

"Kedatangan wisman Januari 2026 tercatat 502.205 kunjungan, turun dari bulan sebelumnya (Desember 2025) dan turun juga dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya (Januari 2025)," ucap Kepala BPS Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan di Denpasar, Bali, Senin (2/3).

Ia menyebut jumlah kunjungan tersebut lebih rendah 12,30 persen dibanding Desember 2025 yang 572.668 kunjungan.

Angka ini juga turun 5,23 persen dari Januari 2025 yang 529.897 kunjungan.

"Tapi, ini normal sebenarnya, Januari sedikit lebih rendah dari Desember, namun jika dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya yaitu Januari 2025 ternyata juga turun 5,23 persen," ujarnya.

BPS juga mendata kunjungan dari sejumlah negara mayoritas ke Bali juga menurun di awal tahun ini.

Wisman Australia masih menjadi negara asal tertinggi dengan 134.781 kunjungan, yang turun 4,4 persen dibanding bulan sebelumnya.

Kedua, Tiongkok dengan 45.896 kunjungan, naik 22,54 persen, selanjutnya India 37.351 kunjungan atau turun 34,77 persen, Korea Selatan 27.508 kunjungan atau turun 9,16 persen, dan Rusia 24.917 kunjungan atau naik 12,64 persen.

Jika dilihat dari sisi kawasan, hanya wisman dari kawasan Timur Tengah yang mengalami kenaikan, sementara Asia, Oseania, Eropa, ASEAN, Amerika, dan Afrika turun.

"Timur Tengah satu-satunya yang mengalami peningkatan dari sisi kawasan yang datang yaitu sebanyak 7.123 kunjungan atau naik 5,59 persen," ujar Agus Gede.

Tak hanya wisatawan mancanegara, data BPS Bali menunjukkan kunjungan wisatawan Nusantara juga mengalami penurunan dengan total perjalanan tujuan Bali 2.170.938 perjalanan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Nasional
Memperkuat penanganan karhu...

Bakti kesehatan Polri di Polres Jombang

38 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Bakti kesehatan Polri di Po...
Advertisement
Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.