Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tak Mau Jadi Titik Macet, PU Pastikan Pemalang–Pekalongan Siap Sambut Arus Mudik Lebaran

📅 Minggu, 01 Mar 2026, 15:58 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tak Mau Jadi Titik Macet, PU Pastikan Pemalang–Pekalongan Siap Sambut Arus Mudik Lebaran Doc: Istimewa.
Ket. Rekonstruksi jalan Pemalang - Pekalongan dengan total panjang penanganan 14,22 km.

PEMALANG – Kementerian Pekerjaan Umum mempercepat pekerjaan preservasi di ruas Jalan Nasional Pemalang–Pekalongan sebagai langkah antisipatif menjelang mudik Lebaran 2026.

Percepatan ini ditujukan agar kondisi jalan tetap berstatus mantap, sehingga mampu menampung lonjakan volume kendaraan tanpa menurunkan tingkat keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.

Secara analitis, preservasi yang tepat waktu berperan penting dalam menekan potensi kecelakaan akibat kerusakan jalan sekaligus menjaga kelancaran arus logistik dan mobilitas masyarakat.

Dengan kesiapan infrastruktur yang optimal, risiko kemacetan dan hambatan perjalanan saat puncak mudik dapat diminimalkan, sekaligus mendukung stabilitas aktivitas ekonomi selama periode libur panjang.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan ruas tersebut merupakan bagian penting dari koridor strategis Pantura Jawa dengan mobilitas kendaraan yang tinggi, sehingga harus dipastikan siap sebelum puncak arus mudik.

"Ruas Pemalang-Pekalongan ini harus dipastikan dalam kondisi mantap dan aman dilalui masyarakat sebelum Lebaran. Percepatan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan infrastruktur yang andal, khususnya pada jalur dengan mobilitas tinggi seperti Pantura," kata Dody di Pemalang, Jawa Tengah, Sabtu (28/2).

Pekerjaan preservasi mencakup sejumlah segmen prioritas yang difokuskan pada perbaikan struktur perkerasan jalan untuk meningkatkan daya tahan serta kenyamanan berkendara.

Beberapa titik strategis menjadi prioritas penyelesaian sebelum Lebaran agar tidak mengganggu kelancaran arus lalu lintas.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah-DI Yogyakarta Moch Iqbal Tamher menyampaikan bahwa progres fisik pekerjaan hingga saat ini telah mencapai 78,89 persen, melampaui target sebesar 37,66 persen.

Metode penanganan dilakukan melalui dua tipe pekerjaan. Tipe pertama dilakukan tanpa pembongkaran perkerasan eksisting, dengan penambahan konstruksi baru berupa AC-BC tebal minimum 3 cm dan beton mutu fs'45 tebal 31 cm dengan waktu pengerasan 3-7 hari.

Sementara itu, tipe kedua dilakukan melalui pembongkaran perkerasan eksisting, dilanjutkan dengan pekerjaan agregat Kelas A tebal 20 cm, beton kurus tebal 10 cm, dan beton fs'45 tebal 31 cm dengan masa pengerasan 3-7 hari guna memperkuat struktur jalan secara menyeluruh.

Selain pekerjaan rekonstruksi, preservasi juga mencakup pemeliharaan rutin berupa perbaikan campuran aspal panas serta pengendalian vegetasi di sepanjang ruas untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.

Melalui preservasi ini, Kementerian PU memastikan konektivitas antar wilayah di Jawa Tengah tetap terjaga serta mendukung kelancaran arus mudik pada koridor strategis Pantura Jawa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.