Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pasaman Barat Maksimalkan Pembangunan Dam Parit demi Pertanian yang Lebih Tangguh

📅 Minggu, 02 Agu 2026, 17:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pasaman Barat Maksimalkan Pembangunan Dam Parit demi Pertanian yang Lebih Tangguh Doc: ANTARA/ HO-DTPH.
Ket. Pemkab Pasaman Barat melalui Dinas Tanaman Pangan Holtikultura mengoptimalkan pembangunan konservasi air dan dam parit di 10 titik terhadap daerah terdampak bencana alam.

SIMPANG EMPAT – Perbaikan jaringan irigasi setelah bencana menjadi langkah penting agar aktivitas pertanian bisa kembali normal.

Saluran air yang kembali berfungsi membuat petani dapat segera mengolah lahan dan memulai musim tanam tanpa harus khawatir kekurangan pasokan air.

Selain mempercepat pemulihan pascabencana, perbaikan irigasi juga membantu menjaga produksi pangan dan menghidupkan kembali roda ekonomi masyarakat di wilayah terdampak.

Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat mengoptimalkan pembangunan konservasi air atau irigasi dan dam parit di 10 titik atau kelompok tani yang terdampak bencana alam di daerah itu.

"Saat ini pengerjaan perbaikan irigasi atau konservasi air dan antisipasi anomali (dam parit) sedang berjalan di 10 titik dengan capaian pekerjaan 70 persen," kata Pelaksana tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura Pasaman Barat Afdal di Simpang Empat, Minggu (2/8).

Dia mengatakan pembangunan konservasi air irigasi dan dam parit itu dialokasikan sebesar Rp1.229.780.000.

"Biaya per unit Rp120 juta dengan total anggaran Rp1.229.870.000. Pengerjaannya dilakukan secara swakelola," ujarnya.

Pihaknya juga telah menyelesaikan optimalisasi lahan bencana di lahan seluas 176 hektare atau di 8 titik kelompok tani dengan total anggaran Rp998.460.000.

Menurutnya pembangunan dan perbaikan sawah dan konservasi air dan dam parit sangat penting dilakukan dengan cepat karena menyangkut dengan ekonomi warga.

"Jika pasokan air kurang maka sawah tidak akan dapat dialiri sehingga ekonomi warga akan semakin payah," ujar dia.

Bencana alam pada akhir November 2025 lalu di Pasaman Barat menyebabkan lahan pertanian terdampak karena banjir dan lumpur.

Selain itu, Pemkab Pasaman Barat juga telah mengusulkan tambahan alokasi dana rehabilitasi lahan persawahan yang terdampak bencana alam ke Kementerian Pertanian.

Usulan itu adalah untuk bantuan rehabilitasi sawah rusak sedang atau optimalisasi lahan seluas 48 hektare, rehabilitasi atau optimalisasi lahan sawah rusak berat seluas 50 hektare, dam parit sebanyak lima unit dan bantuan rehabilitasi jaringan irigasi tersier sebanyak 20 unit.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Petugas Damkar Gugur di Kra...
Daerah
Kapal Feri Terbakar di Madu...

KMP Mutiara Sentosa 2 Terbakar di Perairan Madura, Penumpang Nekat Lompat ke Laut

KMP Mutiara Sentosa 2 Terbakar di Perairan Madura, Penumpang Nekat Lompat ke Laut

02 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.