Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Lombok dan Sumbawa hingga 4 Maret

📅 Minggu, 01 Mar 2026, 19:10 WIB | Oleh:
BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Lombok dan Sumbawa hingga 4 Maret Doc: Antara Foto
Ket. Dua anak kecil menikmati bermain air saat banjir rob melanda kawasan pesisir Senggarang, Kota Tanjungpinang, Kepri awal Januari 2026.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi banjir rob pada wilayah pesisir Lombok dan Sumbawa di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berlaku hingga 4 Maret mendatang.

Kepala Stasiun Meteorologi BMKG NTB Satria Topan Primadi mengatakan banjir rob dipicu pasang air laut maksimum yang mencapai 1,8 meter seiring fase bulan purnama yang memperkuat gravitasi bulan terhadap bumi.

"Kami memperkirakan pasang maksimum terjadi pukul 20.00 hingga 00.00 WITA di Lembar. Sementara pasang maksimum di Sape mulai pukul 20.00 sampai 01.00 WITA," ujarnya di Mataram, Minggu.

Satria mengatakan tinggi gelombang laut berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter dengan kecepatan angin 5 sampai 25 knot yang bertiup dari arah barat daya hingga barat laut.

Wilayah pesisir Pulau Lombok yang berpotensi terdampak adalah Ampenan, Sekarbela, Gerung, Lembar, Pemenang, Jerowaru, dan Labuan Lombok.

Sedangkan wilayah Pulau Sumbawa yang masuk kawasan rawan rob meliputi Palibelo, Woha, Bolo, Langgudu, Soromandi, Sape, Rasanae Barat, Hu’u, dan Asakota.

BMKG mengimbau masyarakat yang bermukim di kawasan pesisir, bantaran sungai, dan daerah rendah untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob, terutama malam hari saat pasang laut maksimum.

"Masyarakat diharapkan terus memantau informasi cuaca dan gelombang terkini, serta segera melakukan langkah antisipasi untuk meminimalkan risiko kerugian akibat rob," kata Satria.

Fase purnama total yang dijuluki Worm Moon berkontribusi terhadap pasang laut tertinggi, sehingga meningkatkan risiko genangan air laut ke daratan pesisir. Fenomena bulan purnama tersebut terjadi pada 3 Maret 2026.

Selain purnama terdapat pula gerhana bulan total yang terjadi akibat posisi Matahari, Bumi, dan Bulan sejajar. Gerhana penumbra mulai pukul 16.42 WITA, gerhana total pukul 19.03 WITA, dan gerhana penumbra berakhir pukul 22.24 WITA.

Gerhana bulan total 3 Maret 2026 yang berlangsung selama 59 menit 27 detik merupakan anggota ke 27 dari 71 anggota pada seri Saros 133.

Gerhana bulan sebelumnya yang berasosiasi dengan gerhana kali ini adalah gerhana bulan total 21 Februari 2008. Adapun gerhana bulan yang akan datang yang berasosiasi dengan gerhana bulan ini adalah gerhana bulan total pada 13 Maret 2044.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Toko-toko di Bordeaux bersi...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.