Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sesar Lembang: Tiga Zona Kerentanan dari Hulu ke Hilir

📅 Kamis, 26 Feb 2026, 22:07 WIB | Oleh: Tim Penulis

Segmentasi barat, tengah, dan timur membantu menyusun zonasi risiko presisi, seperti bangunan vital yang sebaiknya dijauhkan dari jalur sesar, sementara daerah dengan guncangan tinggi wajib menerapkan standar konstruksi tahan gempa.

Hidayat menambahkan, survei geofisika dangkal dan dalam memungkinkan pemetaan geometri sesar dan aktivitas kegempaan secara mendalam.

“Integrasi seluruh metode menunjukkan Sesar Lembang memiliki variasi karakter dari barat hingga timur dan masih menunjukkan indikasi aktivitas berdasarkan data geofisika yang diperoleh,” katanya.

Sejarah Gempa merusak

Sementara itu, Supartoyo, Penyelidik Bumi Utama Badan Geologi, menekankan pentingnya mitigasi berbasis data historis guna mencegah kerusakan akibat gempa bumi.

“Sejak 2000 hingga 2025, kejadian gempa bumi merusak berkisar lima hingga 41 per tahun, dengan tertinggi pada 2025. Pada 2026 tercatat enam kejadian gempa merusak.” jelasnya.

Dia menjelaskan gempa Yogyakarta 2006 menyebabkan kerugian Rp29,2 triliun, Aceh 2004 sekitar Rp13,4 triliun, Palu 2018 Rp8,5 triliun, dan Cianjur 2022 Rp4 triliun atau dengan kata lain nilai ini hampir setara APBD Provinsi atau Kota Bandung.

Badan Geologi menekankan bahwa gempa berpotensi merusak umumnya memiliki intensitas IV–V MMI, sementara gempa Cianjur 2022 dengan magnitudo 5,6 mencapai VIII MMI.

“Dampak akan lebih besar jika bangunan tidak tahan gempa,” tambah Supartoyo.

Tiga dimensi bahaya gempa

Supartoyo menjelaskan, bahaya gempa terbagi tiga: guncangan permukaan, sesar permukaan, dan bahaya ikutan seperti penurunan tanah dan likuifaksi, seperti gempa Palu 2018 menimbulkan pergeseran permukaan hingga 580 cm, termasuk salah satu terbesar di dunia.

Mitigasi sendiri harus dilakukan sesuai Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, melalui pendekatan struktural dan non-struktural.

“Gempa tidak bisa dicegah, tapi risikonya dapat ditekan jika kesiapsiagaan dan standar konstruksi diterapkan secara konsisten,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.