Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Bandung: Kehadiran BPBD Fokus Mitigasi Banjir dan Sesar Lembang

📅 Senin, 14 Jul 2025, 16:50 WIB | Oleh:
Pemkot Bandung: Kehadiran BPBD Fokus Mitigasi Banjir dan Sesar Lembang Doc: ANTARA/HO-Pemkot Bandung
Ket. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan saat melakukan pengecekan alat kesiapan bencana di Balai Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (14/7).

Kota Bandung -- Pemerintah Kota Bandung menyatakan bahwa kehadiran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang baru dibentuk akan difokuskan untuk memperkuat upaya mitigasi bencana, terutama banjir dan potensi pergerakan Sesar Lembang.

“Fokus pada Sesar Lembang menjadi penting karena itu potensi yang nyata serta yang menjadi fokus adalah bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang,” kata Wali Kota Bandung Muhammad Farhan di Bandung, Senin.

Menurut dia, kesiapan dan perubahan perilaku masyarakat di daerah rawan sangat diperlukan agar bencana serupa tidak terulang.

“Itu tidak boleh terjadi lagi. Daerah rawan banjir harus dikosongkan sebelum air datang. Ini soal kesiapan dan perilaku,” kata dja.

Farhan juga menyoroti tentang adanya tanda-tanda awal pergeseran tanah di sejumlah wilayah sekitar Bandung seperti Sumedang dan Purwakarta.

“Indikasi pergerakan Sesar Lembang sudah mulai kelihatan. Di Purwakarta terjadi pergeseran tanah, dan di Cimahi sempat terjadi gempa bermagnitudo 2,7,” katanya.

Farhan menyebutkan bahwa banyaknya bangunan dengan fondasi yang lemah sangat rentan terdampak bencana, terutama jika pergerakan tanah bersifat laten.

“Saya tidak paham istilah geologisnya, tapi pergeseran kecil saja bisa membuat rumah-rumah yang pondasinya rapuh langsung rubuh,” katanya.

Terkait upaya mitigasi Sesar Lembang, Pemkot Bandung mengaku telah menjalin kerja sama erat dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Selain itu, Farhan mengatakan pembentukan BPBD Kota Bandung bukan hanya untuk membangun infrastruktur fisik, melainkan menyiapkan berupa sumber daya manusia dan kelembagaan yang tanggap terhadap situasi darurat.

“Suprastruktur artinya kita sedang mempersiapkan orang-orang agar punya program untuk mengedukasi terhadap terjadinya berbagai macam bencana,” ujar dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Penyanyi Emka 9 Kanaya Whu Meninggal Dunia di RSHS, Dedi Mulyadi Ungkap Sempat Berjuang Melawan Kanker

Penyanyi Emka 9 Kanaya Whu Meninggal Dunia di RSHS, Dedi Mulyadi Ungkap Sempat Berjuang Melawan Kanker

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.