Sesar Lembang: Tiga Zona Kerentanan dari Hulu ke Hilir
📅 Kamis, 26 Feb 2026, 22:07 WIB | Oleh: Tim PenulisAnalisis First Horizontal Derivative (FHD) dan Second Vertical Derivative (SVD) digunakan untuk melihat arah dan pola struktur batuan di bawah permukaan tanah sehingga membantu peneliti mengetahui ke mana jalur sesar atau rekahan memanjang.
Sementara itu, metode 3D Euler Deconvolution digunakan untuk memperkirakan seberapa dalam letak sumber anomali tersebut, misalnya kedalaman patahan atau batas perbedaan batuan di bawah tanah.
Hasil survei gravitasi menunjukkan anomali Bouguer offset, pola gerak mirip Sesar Cimandiri segmen Rajamandala, dan anomali densitas tinggi konsisten dengan keberadaan sesar bawah permukaan.
“Segmen barat memiliki karakter yang relatif stabil di permukaan tetapi jelas aktif di bawah tanah,” tambah Hidayat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Segmen Tengah: Tegak dan masih aktif
Segmen tengah, dari Maribaya hingga Gunung Batu, memiliki reflektor relatif tegak hingga kedalaman 2.000 meter dan Survei GPR menemukan offset yang menunjukkan aktivitas sesar muda.
“Meski tegak, segmen tengah tetap aktif. Survei geofisika menunjukkan reflektor yang dipotong sesar, indikasi aktivitas relatif muda.” tegas Hidayat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Karakter tegak ini berbeda dengan barat yang lebih offset, sehingga meski permukaannya tampak stabil, potensi pelepasan energi gempa tetap ada, menuntut perhatian khusus dalam pembangunan infrastruktur.
Segmen timur yang masih muda
Segmen timur, meliputi Gunung Batu hingga Tebing Keraton, menunjukkan fault scarp (tebing atau lereng curam yang terbentuk akibat pergeseran patahan), pergeseran Sungai Cikapundung, dan cermin sesar.
“Segmen timur menunjukkan bukti sesar yang relatif muda, termasuk cermin sesar, menunjukkan sejarah aktivitas signifikan,” tambahnya.
Wilayah ini dipengaruhi aktivitas vulkanik Gunung Sunda Purba, Gunung Tangkuban Parahu, dan Gunung Burangrang.
Aktivitas vulkanik berperan dalam pembentukan dan reaktivasi segmen timur, menambah kompleksitas risiko gempa lokal.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!