Lawan Lonjakan Kasus Kanker 2050: AstraZeneca dan Siloam Perkuat Diagnosis Lewat Kecerdasan Buatan
📅 Kamis, 26 Feb 2026, 14:38 WIB | Oleh: Haryo Brono”Pemanfaatan AI juga dapat meningkatkan akurasi penilaian hingga sekitar 92% serta memperbaiki konsistensi antar-pemeriksa dari 66% menjadi 82%, terutama pada subkategori HER2-low dan HER2-ultralow, sehingga dapat memperkuat ketepatan klasifikasi dan pengambilan keputusan klinis,“ jelasnya.
Pandangan serupa disampaikan oleh dr. Dewi Tantra Hardiyanto, Sp.Rad, dokter spesialis radiologi yang berpengalaman dalam skrining dan deteksi dini kanker paru. Dalam pemeriksaan foto toraks, sistem berbasis AI dapat membantu menandai area yang dicurigai sebagai nodul paru yang memerlukan evaluasi lanjutan melalui pemeriksaan CT scan untuk karakterisasi yang lebih detail.
”Deteksi ini memungkinkan pasien diarahkan lebih cepat dan tepat untuk pemeriksaan lanjutan,”
Ia menambahkan bahwa tidak semua nodul paru adalah kanker. Sebagian nodul bersifat jinak dan tidak memerlukan tindakan agresif. Yang dinilai adalah karakteristik nodul serta faktor risiko pasien untuk menentukan tingkat kecurigaannya.
Sebaiknya Anda baca juga:
”AI membantu menandai nodul yang perlu dikaji lebih lanjut, namun penting dipahami bahwa AI tidak menggantikan peran dokter. Keputusan klinis tetap berada di tangan dokter, yang mengintegrasikan hasil teknologi dengan kondisi pasien secara menyeluruh. Kolaborasi antara teknologi dan keahlian medis inilah yang memperkuat upaya deteksi dini dan meningkatkan kualitas layanan bagi pasien.” ungkapnya.
Terkait hal tersebut, AstraZeneca Indonesia dan Siloam International Hospitals telah bekerja sama mengintegrasikan sistem berbasis AI melalui software Qure.ai untuk membantu mendeteksi berbagai kelainan paru. Teknologi ini juga dilengkapi dengan sistem penilaian tervalidasi yang mampu membedakan nodul berisiko tinggi yang berpotensi merupakan kanker dan nodul berisiko rendah.
Kolaborasi antara AstraZeneca Indonesia dan Siloam International Hospitals mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat ekosistem layanan kanker nasional melalui pemanfaatan teknologi digital. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan akurasi diagnostik dan deteksi dini kanker, sekaligus menegaskan peran teknologi AI sebagai bagian penting dari pendekatan penanganan kanker yang komprehensif dan berkelanjutan.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Peningkatan beban kanker di Indonesia menuntut penguatan pendekatan yang lebih terintegrasi, khususnya dalam memastikan diagnosis yang tepat waktu dan akurat. Pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) menjadi langkah strategis untuk mendukung tenaga medis dalam mempercepat proses diagnostik, meningkatkan akurasi interpretasi klinis, serta memperkuat pengambilan keputusan berbasis data,” kata dr. Feddy, Medical Director AstraZeneca Indonesia.
David Utama, Presiden Direktur Siloam International Hospitals, megatakan melalui kolaborasi ini, kami memanfaatkan teknologi AI untuk mendukung proses skrining dan analisis kanker secara lebih cepat dan tepat, sekaligus memperkuat kapabilitas digital para tenaga kesehatan. Teknologi ini tidak bertujuan menggantikan peran dokter atau tenaga medis, melainkan menjadi pendamping yang memperkaya pengambilan keputusan klinis.
”Kami berkomitmen mengembangkan model layanan yang dapat direplikasi secara nasional, agar masyarakat di seluruh Indonesia dapat mengakses perawatan kanker berstandar internasional tanpa harus ke luar negeri," ungkapnya.
President Director Astrazeneca Indonesia Esra Erkomay, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung transformasi kesehatan nasional. Perusahaan ini berkomitmen menghadirkan inovasi berbasis sains yang berdampak nyata bagi pasien.
”Melalui kolaborasi dengan Siloam International Hospitals dan pemanfaatan AI, kami berharap dapat memperkuat skrining dini dan diagnosis kanker, meningkatkan kualitas pengobatan, serta mendukung agenda transformasi kesehatan nasional menuju sistem layanan kanker yang lebih efektif dan berkelanjutan,” jelasnya.
Inisiatif yang dilakukan AstraZeneca Indonesia dan Siloam International Hospitals menegaskan pentingnya pemanfaatan inovasi secara bertanggung jawab untuk menjawab tantangan kanker yang semakin kompleks di Indonesia. Sebagai implementator awal dalam pemanfaatan AI untuk penanganan kanker, Siloam bersama AstraZeneca mendorong hadirnya layanan yang lebih terintegrasi, berstandar tinggi, dan berfokus pada kebutuhan pasien.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!