Trump Sebut Hampir Semua Negara dan Perusahaan Ingin Pertahankan Tarif
📅 Rabu, 25 Feb 2026, 14:00 WIB | Oleh: Sriyono
Doc: istimewa
WASHINGTON - Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa hampir semua negara dan perusahaan ingin mempertahankan kesepakatan tarif yang telah mereka buat sebelum keputusan Mahkamah Agung AS terkait tarif dikeluarkan.
Trump menyampaikan hal tersebut dalam pidato tahunan Presiden AS di hadapan Kongres di Gedung Capitol, Washington, DC, Selasa (24/2) waktu setempat.
“Mengetahui bahwa kekuatan hukum yang saya, sebagai Presiden, miliki untuk membuat kesepakatan baru bisa jauh lebih buruk bagi mereka, oleh karena itu, mereka akan terus bekerja di jalur sukses yang sama yang telah kita negosiasikan sebelum keterlibatan Mahkamah Agung yang disayangkan,” ujar Trump.
Pada 20 Februari, Mahkamah Agung AS memutuskan bahwa Presiden AS Donald Trump tidak berwenang untuk memberlakukan tarif global berdasarkan UU Kekuasaan Ekonomi Darurat Internasional (IEEPA).
Trump kemudian mengumumkan “tarif impor global” sebesar 10 persen tak lama setelah keputusan Mahkamah Agung AS itu keluar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada 21 Februari, Presiden RI Prabowo Subianto menilai bahwa tarif 10 persen itu menguntungkan bagi Indonesia, sembari menyatakan bahwa Indonesia siap untuk menghadapi semua kemungkinan.
Pemerintah Indonesia memastikan bahwa perjanjian dagang antara Indonesia dan AS tetap berproses sesuai mekanisme yang telah disepakati, meski terdapat putusan terbaru dari Mahkamah Agung AS terkait kebijakan tarif Trump.
Sebelumnya, pada 19 Februari, Indonesia dan AS telah menyepakati perjanjian perdagangan resiprokal dalam pertemuan Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump di Washington, DC.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kesepakatan tersebut tertuang dalam dokumen Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang telah resmi ditandatangani oleh kedua kepala negara.
Secara umum, AS akan tetap memberlakukan tarif resiprokal sebesar 19 persen untuk produk impor Indonesia. Namun, pemerintah AS memberikan pengecualian khusus untuk produk tertentu yang telah diidentifikasi dalam perjanjian.
Menurut Al Jazeera, Korea Selatan telah mengeluarkan pernyataan bahwa pemerintah akan meninjau kesepakatan perdagangan tersebut dan membuat keputusan demi kepentingan nasional.
Senada dengan Korea Selatan, Meksiko mengatakan akan meninjau dengan cermat keputusan Mahkamah Agung AS untuk menilai cakupannya dan sejauh mana Meksiko mungkin terpengaruh.
Sementara itu, Kanada menyambut baik keputusan Mahkamah Agung AS tetapi menunjukkan bahwa masih ada beberapa tantangan yang perlu dihadapi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!