Dunia Internasional Waswas, Trump Perintahkan AS Keluar dari Puluhan Organisasi Internasional, PBB hingga Lembaga Iklim Ditinggalkan
📅 Kamis, 08 Jan 2026, 17:13 WIB | Oleh: Alfina Febriyana
Doc: Istimewa
JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump kembali menggebrak panggung geopolitik dunia. Lewat memorandum resmi yang ditujukan kepada seluruh pimpinan departemen dan lembaga eksekutif, Trump secara tegas memerintahkan penarikan Amerika Serikat dari puluhan organisasi internasional, konvensi, dan perjanjian global yang dinilai tidak lagi sejalan dengan kepentingan nasional AS.
Keputusan kontroversial ini merupakan kelanjutan dari Executive Order 14199 yang diterbitkan pada Februari 2025. Dalam kebijakan tersebut, Menteri Luar Negeri AS diminta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh keanggotaan Amerika di organisasi internasional, baik di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) maupun lembaga non-PBB termasuk dukungan pendanaan dan partisipasi aktif.
Setelah laporan diserahkan dan dibahas bersama kabinet, Trump menyimpulkan banyak organisasi global justru membatasi kedaulatan Amerika, membebani anggaran negara, serta mendorong agenda yang bertentangan dengan kebijakan “America First”. Akibatnya, seluruh lembaga pemerintah diperintahkan segera menghentikan partisipasi dan pendanaan, sejauh diizinkan hukum nasional.
Langkah ini dipandang sebagai sinyal Amerika Serikat di bawah Trump memilih jalan unilateral dan siap melepaskan peran sentralnya dalam tata kelola global.
Daftar Organisasi Non-PBB yang Ditinggalkan Amerika Serikat
Amerika Serikat resmi menarik diri dari sejumlah lembaga internasional non-PBB, antara lain:
1, 24/7 Carbon-Free Energy Compact;
2. Colombo Plan Council;
3. Commission for Environmental Cooperation;
4. Education Cannot Wait;
5. European Centre of Excellence for Countering Hybrid Threats;
6. Forum of European National Highway Research Laboratories;
7. Freedom Online Coalition;
8. Global Community Engagement and Resilience Fund;
9. Global Counterterrorism Forum;
10. Global Forum on Cyber Expertise;
11. Global Forum on Migration and Development;
12. Inter-American Institute for Global Change Research;
13. Intergovernmental Forum on Mining, Minerals, Metals, and Sustainable Development;
14. Intergovernmental Panel on Climate Change;
15. Intergovernmental Science-Policy Platform on Biodiversity and Ecosystem Services;
16. International Centre for the Study of the Preservation and Restoration of Cultural Property;
17. International Cotton Advisory Committee;
18. International Development Law Organization;
19. International Energy Forum;
20. International Federation of Arts Councils and Culture Agencies;
21. International Institute for Democracy and Electoral Assistance;
22. International Institute for Justice and the Rule of Law;
23. International Lead and Zinc Study Group;
24. International Renewable Energy Agency;
25. International Solar Alliance;
26. International Tropical Timber Organization;
27. International Union for Conservation of Nature;
28. Pan American Institute of Geography and History;
29. Partnership for Atlantic Cooperation;
30. Regional Cooperation Agreement on Combatting Piracy and Armed Robbery against Ships in Asia;
31. Regional Cooperation Council;
32. Renewable Energy Policy Network for the 21st Century;
33. Science and Technology Center in Ukraine;
34. Secretariat of the Pacific Regional Environment Programme; dan
35. Venice Commission of the Council of Europe.
Daftar Badan PBB yang Ditinggalkan Amerika Serikat
Tak hanya itu, Trump juga memerintahkan penghentian keterlibatan dan pendanaan terhadap banyak badan PBB strategis, di antaranya:
1. Department of Economic and Social Affairs;
2. UN Economic and Social Council (ECOSOC) — Economic Commission for Africa;
3. ECOSOC — Economic Commission for Latin America and the Caribbean;
4. ECOSOC — Economic and Social Commission for Asia and the Pacific;
5. ECOSOC — Economic and Social Commission for Western Asia;
6. International Law Commission;
7. International Residual Mechanism for Criminal Tribunals;
8. International Trade Centre;
9. Office of the Special Adviser on Africa;
10. Office of the Special Representative of the Secretary General for Children in Armed Conflict;
11. Office of the Special Representative of the Secretary-General on Sexual Violence in Conflict;
12. Office of the Special Representative of the Secretary-General on Violence Against Children;
13. Peacebuilding Commission;
14. Peacebuilding Fund;
15. Permanent Forum on People of African Descent;
16. UN Alliance of Civilizations;
17. UN Collaborative Programme on Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation in Developing Countries;
18. UN Conference on Trade and Development;
19. UN Democracy Fund;
20. UN Energy;
21. UN Entity for Gender Equality and the Empowerment of Women;
22. UN Framework Convention on Climate Change;
23. UN Human Settlements Programme;
24. UN Institute for Training and Research;
25. UN Oceans;
26. UN Population Fund;
27. UN Register of Conventional Arms;
28. UN System Chief Executives Board for Coordination;
29. UN System Staff College;
30. UN Water; dan
31. UN University.
Keputusan ini langsung memicu kegelisahan global. Amerika Serikat selama ini dikenal sebagai donatur utama dan aktor kunci dalam banyak program internasional. Penarikan mendadak dikhawatirkan akan melemahkan upaya global dalam menangani perubahan iklim, konflik kemanusiaan, kesetaraan gender, hingga pembangunan berkelanjutan.
Bagi Trump, langkah ini adalah bentuk pemurnian kepentingan nasional. Namun bagi dunia, ini bisa menjadi awal fragmentasi tata kelola global. Amerika Serikat kini mengumumkan kerja sama internasional bukan lagi prioritas utama, kepentingan nasional berada di atas segalanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (3)
05 Apr 2026, 21:11 WIB.
Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam
Balas05 Apr 2026, 21:11 WIB.
Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam
Balas05 Apr 2026, 21:11 WIB.
Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam
BalasSilakan login via Google untuk dapat memberi komentar!