Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dinkes Tangerang Gelar Uji Sampel Makanan Takjil di Pasar

📅 Selasa, 24 Feb 2026, 08:49 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dinkes Tangerang Gelar Uji Sampel Makanan Takjil di Pasar Doc: ANTARA
Ket. Pemkot Tangerang menempel label khusus bagi pedagang yang hasil uji sampelnya dinyatakan aman.

TANGERANG – Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Banten, menggelar pemeriksaan takjil di pasar-pasar tradisional untuk memastikan tidak ada pedagang menggunakan bahan tambahan pangan berbahaya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni, di Tangerang, Selasa (24/2), mengatakan pemeriksaan dilaksanakan selama tiga hari mulai Senin hingga Selasa pekan ini untuk memastikan keamanan pangan yang dijual kepada masyarakat selama Ramadan.

Pada kegiatan perdana, Dinkes melakukan pemeriksaan di Pasar Lama dan beberapa takjil yang menjadi sasaran pengambilan sampel seperti bakso, tahu, kerupuk berwarna, otak-otak, kue basah, hingga sirup berwarna mencolok

Sampel tersebut kemudian diuji oleh petugas secara langsung untuk mendeteksi kemungkinan kandungan bahan berbahaya yang tidak diperbolehkan dalam makanan.

“Fokus kami pada makanan yang warnanya terlalu mencolok, karena berpotensi menggunakan bahan tambahan pangan yang tidak sesuai aturan,” ujarnya.

Menurut dia, jika dari hasil pemeriksaan ditemukan makanan yang mengandung bahan berbahaya, tim tidak langsung melakukan penindakan, melainkan melakukan pembinaan dan pengawasan. Pedagang akan diberi informasi serta diarahkan agar mengganti sumber bahan baku yang aman.

Selain pengujian, Pemkot Tangerang juga menyiapkan label khusus bagi pedagang yang hasil uji sampelnya dinyatakan aman. Label tersebut diharapkan menjadi penanda bagi masyarakat bahwa takjil yang dijual telah melalui pemeriksaan laboratorium.

“Dengan adanya label ini, masyarakat bisa merasa lebih tenang saat membeli takjil,” ujarnya.

Pemkot Tangerang juga mengimbau masyarakat agar lebih cerdas dalam memilih makanan berbuka puasa demi kesehatan dan tak mudah tertarik dengan warna mencolok.

"Warga diminta berhati-hati terhadap jajanan dengan warna mencolok serta tidak ragu bertanya kepada pedagang mengenai bahan yang digunakan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Olahraga
Mancini Tegaskan Tim Nasion...
Daerah
Karhutla Diduga Libatkan Ko...
Rona
Beware Boiúna, Horor Monst...
Advertisement
Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.