Senator Filipina Kecam Klaim Tiongkok atas Laut Filipina Barat
📅 Senin, 23 Feb 2026, 02:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/Jam STA ROSA
PULAU THITU - Seorang senator Filipina menyerukan pendalaman hubungan pertahanan dan penolakan terus-menerus terhadap klaim Tiongkok di Laut Tiongkok Selatan (LTS) saat ia mengunjungi salah satu wilayah kecil milik Manila di perairan yang disengketakan pada hari Sabtu (21/2).
Pulau Thitu, yang dikenal sebagai Pag-asa di Filipina, adalah rumah bagi sekitar 400 warga Filipina, sebagian besar nelayan dan keluarga mereka, yang dituduh Tiongkok tinggal di sana secara ilegal.
Pulau ini terletak sekitar 450 kilometer sebelah barat Palawan di dalam gugusan Kepulauan Spratly yang dipersengketakan, sebuah kelompok yang terdiri dari lebih dari 700 pulau kecil, terumbu karang, dan atol yang diyakini berada di atas sumber daya alam yang melimpah.
Senator Risa Hontiveros, seorang kritikus vokal terhadap Tiongkok, mengatakan kepada AFP pada hari Sabtu bahwa ia percaya rakyat Filipina belum siap untuk menyerahkan sebagian pun dari Laut Filipina Barat, menggunakan istilah yang disukai Manila untuk perairan di lepas pantai baratnya.
"Kita membutuhkan perlawanan diplomatik dan politik yang berkelanjutan," kata Senator Hontiveros setelah perjalanan pesawat lebih dari dua jam bersama wartawan lokal.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sembari menyambut baik penguatan hubungan perjanjian Filipina dengan Amerika Serikat (AS) dalam beberapa tahun terakhir, Senator Hontiveros mengatakan Manila berharap dapat membawa lebih banyak negara yang sepaham ke dalam lingkaran tersebut.
"Kita perlu terus mengembangkan hubungan keamanan dan pertahanan kita dengan (negara lain), termasuk patroli bersama," kata dia.
Seorang jurnalis AFP yang terbang ke Pulau Thitu dengan pesawat kedua melihat kapal angkatan laut dan penjaga pantai Tiongkok berpatroli di dekat pulau tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Senator Hontiveros, yang mencatat bahwa simbol di layar ponselnya berubah menjadi aksara Tiongkok sebelum mendarat, mengatakan bahwa dia membawa barang-barang penting dan layanan medis untuk membantu pembangunan pulau tersebut.
Kedutaan Besar Tiongkok di Manila tidak segera menanggapi permintaan komentar terkait kunjungan Senator Hontiveros ini.
Maju Capres
Kunjungan Senator Hontiveros ini terjadi beberapa hari setelah Wakil Presiden Sara Duterte mengumumkan pencalonannya untuk pemilihan presiden 2028.
Ayahnya, mantan presiden Rodrigo Duterte, yang menghadapi persidangan di Pengadilan Kriminal Internasional atas tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan, mencoba pendekatan yang lebih damai dengan Tiongkok.
Para kritikus mengatakan upaya-upayanya hanya menghasilkan sedikit konsesi yang berarti.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!