Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Lahan Kian Terbatas, Australia Dilanda Krisis Perumahan

📅 Rabu, 18 Feb 2026, 22:12 WIB | Oleh:
Lahan Kian Terbatas, Australia Dilanda Krisis Perumahan Doc: AFP/DAVID GRAY

SYDNEY - Kenaikan harga lahan untuk hunian merupakan faktor utama yang menghambat pembangunan rumah baru di Australia, menurut sebuah laporan industri.

Laporan dari Asosiasi Industri Perumahan (Housing Industry Association/HIA), badan utama yang mewakili industri konstruksi hunian di Australia, menemukan bahwa median harga tanah untuk lahan hunian baru di seluruh negeri telah melonjak 513,6 persen sejak tahun 2000.

Selama periode yang sama, biaya konstruksi dan upah tenaga kerja terampil telah meningkat sekitar 150 persen, papar laporan tersebut.

Laporan itu menyebutkan median harga lahan hunian nasional naik lebih dari 10 persen sepanjang tahun hingga September 2025, tiga kali lipat dari laju inflasi secara keseluruhan.

Kepala Ekonom HIA Tim Reardon mengatakan eskalasi harga rumah di Australia yang telah berlangsung lama ini sebagian besar didorong oleh persoalan lahan.

Ia mengatakan kebijakan pemerintah menyebabkan biaya infrastruktur, keterlambatan, dan proses perencanaan masuk ke dalam harga lahan dan pada akhirnya harus ditanggung oleh para pembeli rumah baru.

"Kelangkaan lahan yang siap dibangun merupakan inti dalam mengatasi tantangan keterjangkauan," ujarnya dalam sebuah siaran pers.

Pemerintah federal, negara bagian, dan wilayah teritori Australia pada 2023 menetapkan target pembangunan 1,2 juta unit rumah baru secara nasional dalam kurun waktu lima tahun, yang dimulai sejak pertengahan 2024.

Dalam laporan tahunannya untuk 2025, Dewan Pasokan dan Keterjangkauan Perumahan Nasional Australia menyebutkan 177.000 hunian baru telah rampung dibangun di seluruh Australia pada 2024, belum memenuhi perkiraan permintaan sebanyak 223.000 unit untuk periode yang sama.

Laporan tersebut memprediksi 938.000 hunian baru akan dibangun di Australia dalam periode lima tahun sejak pertengahan 2024, dengan tidak ada satu pun negara bagian atau wilayah teritori yang diperkirakan mampu memenuhi target nasional yang telah ditetapkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Langkah Fajar/Fikri Berakhir di Babak 32 Besar

10 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...

Kejagung Resmi Tahan Mantan Pejabat BGN

40 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
Luar Negeri
Presiden Marcos Jr Desak Pa...
Luar Negeri
Thaksin Shinawatra Diberi P...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.