Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Satgas Pangan: Harga Cabai Turun

📅 Senin, 16 Feb 2026, 18:05 WIB | Oleh:
Satgas Pangan: Harga Cabai Turun  Doc: RRI/Alfreds Tuter

JAKARTA - Satgas Pangan bersama Badan Pangan Nasional memantau harga cabai di Pasar Induk Kramat Jati, Senin 16 Februari 2026. Hasil pemantauan menunjukkan harga cabai rawit Rp70.000 hingga Rp80.000 per kilogram.

Harga tersebut lebih rendah dibandingkan pekan lalu yang mencapai Rp90.000 sampai Rp100.000 per kilogram. Penurunan terjadi seiring masuknya pasokan dari berbagai daerah sentra produksi.

Pasokan cabai tercatat masuk setiap hari ke Pasar Induk Kramat Jati. Daerah pemasok antara lain Makassar, Bulukumba, Nusa Tenggara, Jawa Barat, dan sebagian Jawa Tengah.

“Pasokan masuk setiap hari. Hal itu membuat harga mulai turun,” kata Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Ketut Astawa.

Astawa memastikan, distribusi berjalan lancar, sementara pasokan luar daerah menahan lonjakan harga di tingkat pedagang. “Distribusi yang lancar membuat harga lebih terkendali,” ucap dia.

Hasil pemantauan juga menunjukkan stok cabai dalam kondisi aman menjelang Ramadan. Kelancaran distribusi mempercepat perputaran barang di pasar induk.

Sementara itu, pihak pedagang menyesuaikan harga jual mengikuti harga kulakan dan kualitas cabai. Harga diturunkan agar tetap terjangkau bagi masyarakat.

“Kalau terlalu tinggi kasihan pembeli, jadi kami turunkan. Yang penting barang cepat berputar dan pembeli tetap ada,” kata Ujang, pedagang cabai. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Rona
7 Tahun Hiatus, Syahrini Co...
Luar Negeri
Tiba di AS, Xi Jinping Disa...
Advertisement
Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.