Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Status Gunung Anak Krakatau Sudah Turun Level Waspada, Masyarakat Masih Dilarang Mendekat

📅 Kamis, 24 Sep 2026, 11:57 WIB | Oleh: Tim Penulis
Status Gunung Anak Krakatau Sudah Turun Level Waspada, Masyarakat Masih Dilarang Mendekat Doc: Badan Geologi
Ket. Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.

JAKARTA - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral telah menurunkan status Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada) terhitung mulai Senin (21/9) malam lalu.

Kepala Badan Geologi, Lana Saria, melalui keterangan resminya, Senin, mengatakan, keputusan diambil setelah tim ahli melakukan analisis serta evaluasi menyeluruh terhadap penurunan aktivitas vulkanik dan data deformasi yang menunjukkan gejala deflasi.

"Penurunan status ini ditetapkan setelah dilakukan analisis dan evaluasi secara menyeluruh terhadap penurunan aktivitas vulkanik serta data deformasi yang menunjukkan gejala deflasi," ujar Lana.

Aktivitas vulkanik tercatat mulai melandai secara konsisten hingga 20 September 2026 setelah mengalami tujuh kali erupsi strombolian.

Seiring penurunan status itu  Badan Geologi merekomendasikan agar masyarakat, wisatawan, maupun pendaki tidak beraktivitas dalam radius dua kilometer dari kawah aktif untuk menghindari bahaya lontaran batu pijar dan hujan abu lebat.

Masyarakat di kawasan pesisir Banten dan Lampung diminta tetap tenang, beraktivitas seperti biasa, serta tidak memercayai rumor erupsi yang dikaitkan dengan tsunami.

Sebelumnya, status gunung api tipe A tersebut sempat dinaikkan ke Level III (Siaga) sejak 2 Juli 2026 menyusul peningkatan kegempaan. Selama kurun waktu tersebut hingga 3 September 2026, tercatat sebanyak 224 kali erupsi, termasuk erupsi menerus selama 25 jam pada 4–6 September 2026 yang mengalirkan lava ke arah barat laut, barat, hingga barat daya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Megapolitan
Indonesia vs Singapura di G...

Ahmad Dilantik sebagai Ketua KNKT Masa Jabatan 2026-2030

46 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Ahmad Dilantik sebagai Ketu...
Luar Negeri
Indonesia Tandatangani Konv...

Karhutla Gunung Rinjani Capai 589 Hektare

49 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Karhutla Gunung Rinjani Cap...
Megapolitan
Warga Harus Diutamakan Mend...
Advertisement
Asian Games Jepang Disorot: Akomodasi Kacau, Transportasi Dikeluhkan Kontingen

Asian Games Jepang Disorot: Akomodasi Kacau, Transportasi Dikeluhkan Kontingen

25 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.