Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Monsun Asia Menguat, BMKG Imbau Masyarakat Waspadai Hujan Lebat hingga 21 Februari

📅 Senin, 16 Feb 2026, 08:31 WIB | Oleh: Tim Penulis
Monsun Asia Menguat, BMKG Imbau Masyarakat Waspadai Hujan Lebat hingga 21 Februari Doc: BMKG
Ket. Kondisi dinamika atmosfer pada Kamis (5/2/2026), pukul 07.00 WIB, menunjukkan adanya Bibit Siklon Tropis 98P yang terpantau berada di daratan Australia bagian utara serta Siklon Tropis Penha yang berada di Samudra Pasifik sebelah timur Filipina.

JAKART - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi peningkatan curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia pada periode 15 hingga 21 Februari 2026 seiring penguatan Monsun Asia.

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu (15/2), mengatakan bahwa hasil analisis menunjukkan aliran angin baratan yang cukup dominan akibat penguatan Monsun Asia mempercepat pertumbuhan awan konvektif di wilayah Indonesia bagian barat dan selatan.

Kondisi tersebut diperkuat aktivitas Madden-Julian Oscillation yang berada pada fase Samudra Hindia serta dukungan gelombang atmosfer Kelvin dan Rossby yang memicu terbentuknya perlambatan dan belokan angin atau konvergensi, terutama di pesisir selatan Jawa hingga Nusa Tenggara.

Menurut dia, kombinasi faktor dinamika atmosfer itu meningkatkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah selama periode tersebut.

BMKG memprakirakan pada 15 hingga 16 Februari potensi hujan lebat berpeluang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Utara, Papua Pegunungan, dan Papua.

Memasuki 17 hingga 18 Februari, potensi serupa diperkirakan masih terjadi di Aceh, Sumatera Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Utara.

Sementara itu pada 19 Februari wilayah yang perlu mewaspadai hujan lebat meliputi Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Papua Pegunungan, sedangkan pada 20 hingga 21 Februari potensi masih berlanjut di Sumatera Barat, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Pelaksana harian Direktur Meteorologi Publik BMKG, Ida Pramuwardani menambahkan pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan memperkuat kesiapsiagaan dan langkah mitigasi sesuai tingkat risiko wilayah masing-masing guna mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi.

BMKG juga mengingatkan masyarakat, khususnya di daerah rawan banjir dan longsor, untuk tetap waspada, menghindari aktivitas di daerah aliran sungai dan lereng curam, serta memperhatikan informasi cuaca terkini sebelum melakukan perjalanan darat, laut, maupun udara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
KAI: Kunjungan Wisata Solo ...

KPK geledah rumah Silmy Karim

1 jam lalu | Wahyu AP

Nasional
KPK geledah rumah Silmy Karim
Nasional
Bandara ditutup sementara t...

Tumpukan sampah di Sungai Kalibaru Bogor

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Tumpukan sampah di Sungai K...
Ekonomi
BPOM temukan jutaan kosmeti...
Luar Negeri
Mendagri Pakistan Kinjungi ...
Ekonomi
Jasa Marga catatkan laba be...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

07 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.