Mengajarkan Puasa pada Anak dengan Pendekatan yang Mengutamakan Kepentingan Terbaik
📅 Minggu, 15 Feb 2026, 20:31 WIB | Oleh: Yebdi TrismarUndang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak juga menegaskan kewajiban orang tua untuk mengasuh, memelihara, mendidik, dan melindungi anak serta menumbuhkembangkan anak sesuai kemampuan, bakat, dan minatnya. Ketentuan ini mempertegas bahwa pendidikan agama, termasuk pengenalan puasa, harus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi individual setiap anak.
Puasa sejatinya adalah latihan pengendalian diri. Namun bagi anak, latihan itu membutuhkan pendampingan, keteladanan, dan empati. Anak belajar bukan dari instruksi semata, tetapi dari atmosfer yang dibangun di rumah. Jika puasa diperkenalkan sebagai pengalaman yang penuh makna dan kasih sayang, maka ia akan tumbuh sebagai fondasi spiritual yang kuat.
Sebaliknya, jika dikenalkan melalui tekanan dan perbandingan, ia bisa meninggalkan kesan yang tidak menyenangkan.
Dalam kerangka pembangunan sumber daya manusia, pembentukan karakter sejak dini adalah investasi jangka panjang. Ramadhan menyediakan ruang pendidikan yang sangat kaya: pendidikan kesabaran, kepedulian sosial, pengelolaan emosi, dan kedisiplinan. Semua itu, hanya akan efektif jika diletakkan dalam bingkai hak anak.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada akhirnya, mengajarkan puasa kepada anak bukan sekadar mempersiapkan mereka menjalankan kewajiban agama di masa depan. Ia adalah proses membimbing mereka memahami nilai-nilai kemanusiaan dengan cara yang menghormati martabat dan perkembangan mereka.
Ramadhan yang ramah anak bukanlah Ramadhan yang membebaskan anak dari pembelajaran, melainkan Ramadhan yang menghadirkan pembelajaran dalam suasana aman, penuh cinta, dan menghargai kapasitas mereka.
Karena pada diri anaklah masa depan bangsa dititipkan. Dan pada cara kita membimbing merekalah, nilai-nilai spiritual akan menemukan makna terdalamnya.
*) Fakih Usman adalah Inspektur Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA)
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!