Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Di Mana-mana Terjadi Penipuan, Berikut Cara Menghindarinya

📅 Jumat, 13 Feb 2026, 10:12 WIB | Oleh:
Di Mana-mana Terjadi Penipuan, Berikut Cara Menghindarinya Doc: ist
Ket. hati-hati penipuan di mana-mana

JAKARTA – Di pasar, di jalan, di angkutan, umumnya melalui medsos, sering terjadi penipuan. Lalu bagaimana cara menghindarinya? Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menilai penguatan sistem verifikasi merupakan hal penting untuk melindungi masyarakat dari maraknya kejahatan penipuan. 

Direktur Pengawasan Sertifikasi dan Transaksi Elektronik Kemkomdigi Teguh Arifiyadi mengatakan, guna memperkuat perlindungan masyarakat dari penipuan, pemerintah tengah melakukan konsolidasi upaya pencegahan dari berbagai sektor.

"Misalnya OJK punya IASC (Indonesia Anti-Scam Centre), Kemkomdigi punya beberapa layanan untuk pencegahan, kemudian Polri, kemudian swasta yang memberikan layanan-layanan untuk pencegahan," kata Teguh saat ditemui di Jakarta Selatan, Kamis.

Dia menambahkan, ke depannya pihaknya menyiapkan model-model kerja sama dengan sektor swasta untuk menggencarkan upaya mencegah penipuan.

Selain kolaborasi, Teguh memandang penguatan regulasi juga menjadi faktor krusial, khususnya terkait sistem verifikasi. Hal itu mencakup verifikasi nomor seluler, identitas pengguna, tanda tangan digital, hingga verifikasi pengguna layanan pemerintah.

Ekosistem digital yang aman, kata Teguh, hanya dapat terwujud jika proses verifikasi dijalankan secara ketat dan konsisten di berbagai layanan. "Ekosistem yang bagus itu ketika verifikasinya dilakukan dengan baik," tegasnya.

Teguh mengemukakan, faktor terbesar yang menyebabkan seseorang terjerat penipuan adalah metode social engineering, yakni manipulasi terhadap korban yang membuatnya percaya menyerahkan informasi sensitif kepada pelaku.

"Kalau di data kami, mayoritas kasus-kasus penipuan itu mungkin bisa lebih dari 70 persen adalah social engineering," ucapnya. Ia menekankan bahwa kecanggihan perangkat atau teknologi tidak menjamin seseorang terbebas dari penipuan apabila tidak diiringi oleh kewaspadaan dan literasi digital.

"Mau teknologi perangkatnya sudah cukup canggih, kalau pemahaman terkait dengan kehatian-kehatiannya kurang tetap akan terkena (penipuan) dan itu kadang-kadang tidak berkaitan dengan tingkat pendidikan. Bisa jadi profesor, doktor, dan sebagainya yang kena juga," tutur Teguh.

Teguh menyampaikan hal tersebut sebagai tanggapan laporan Global Fraud Index 2025 yang dirilis perusahaan verifikasi global Sumsub. Dalam laporan tersebut, Indonesia tercatat sebagai salah satu negara dengan tingkat perlindungan terhadap penipuan (fraud) terendah di dunia pada 2025.

Indonesia berada di peringkat ke-111 dari 112 negara dengan skor indeks 6,53, menjadikannya negara dengan risiko fraud tertinggi kedua setelah Pakistan. Rata-rata skor global berada di angka 2,79, di mana skor lebih tinggi menandakan risiko lebih besar dan ketahanan yang lebih lemah.

Indeks tersebut menilai ketahanan fraud berdasarkan empat pilar utama, yakni tingkat aktivitas dan jaringan penipuan serta efektivitas anti pencucian uang (50 persen), akses terhadap sumber daya seperti layanan digital dan kekuatan ekonomi (20 persen).

Lalu intervensi pemerintah melalui regulasi dan infrastruktur anti fraud (20 persen), serta kesehatan ekonomi yang mencakup faktor korupsi, pengangguran, biaya hidup, dan stabilitas ekonomi (10 persen).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Untuk Kemajuan Rakyat, Riset Unika Atma Jaya Akan Diperkuat

16 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Untuk Kemajuan Rakyat, Rise...
Olahraga
Timnas Indonesia vs Oman: M...

Jonatan Christie Tembus Babak 8 Besar

25 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Jonatan Christie Tembus Bab...
Daerah
Pemprov Sulbar Bidik Stunti...

Putri KW Sukses Menembus Babak 8 Besar

25 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Putri KW Sukses Menembus Ba...

Sabar/Reza Amankan Tiket Babak 8 Besar

25 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Sabar/Reza Amankan Tiket Ba...
Ekonomi
Rupiah Sentuh Level Terenda...

Jakarta Fair Akan Berlangsung Lebih Lama

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Jakarta Fair Akan Berlangsu...

Jakarta Model Percontohan Pelayanan Terpadu

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Jakarta Model Percontohan P...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
WHO: Makanan Tercemar Tewaskan 1,5 Juta Penduduk Setiap Tahun

WHO: Makanan Tercemar Tewaskan 1,5 Juta Penduduk Setiap Tahun

05 Jun 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.