Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PBB: Kerugian Akibat Penipuan Online di Kawasan Asia Mencapai $114 Miliar pada 2025

📅 Selasa, 21 Jul 2026, 13:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
PBB: Kerugian Akibat Penipuan Online di Kawasan Asia Mencapai $114 Miliar pada 2025 Doc: AFP
Ket. Dalam foto yang diambil dan dirilis oleh Agence Kampuchea Press (AKP) pada 30 April 2026, seorang pejabat Thailand (kiri) mengawasi warga Thailand yang diduga terlibat dalam penipuan daring di pos pemeriksaan perbatasan internasional Poipet antara Kamboja dan Thailand pada 30 April 2026.

BANGKOK - Para korban penipuan daring transnasional di Asia Timur, Asia Tenggara, Australia, dan Selandia Baru kehilangan hingga $114,1 miliar tahun lalu, menurut laporan PBB, Selasa (21/7), dengan perkiraan kerugian setidaknya tiga kali lipat dari tahun 2023.

Asia Tenggara, khususnya Kamboja dan Myanmar, muncul sebagai pusat regional bagi sindikat kejahatan yang menjalankan skema penipuan berkedok asmara dan investasi mata uang kripto di mana para penipu -- sebagian sukarela, sebagian lagi korban perdagangan orang -- menipu pengguna internet di seluruh dunia, seringkali dari kompleks yang dijaga ketat.

Namun di bawah tekanan dari beberapa negara termasuk Amerika Serikat, Inggris, dan Tiongkok, pihak berwenang di wilayah tersebut mengatakan sedang menindak industri ilegal tersebut.

Beberapa terduga bos jaringan penipuan diekstradisi dari Kamboja ke Tiongkok tahun lalu, setelah Washington dan London memberikan sanksi kepada perusahaan dan individu yang dituduh menjalankan penipuan siber berskala luas yang didorong oleh perdagangan manusia.

Penipuan daring, sebagian besar berupa penipuan investasi, di berbagai wilayah yang disebutkan merugikan para korban sekitar $88,3 miliar hingga $114,1 miliar tahun lalu, menurut laporan baru dari Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan (UNODC).

Kerugian gabungan tersebut jauh melebihi perkiraan kerugian sebesar $18-37 miliar pada tahun 2023, dan mencerminkan "peningkatan dramatis ekonomi kriminal ini", kata laporan itu.

Dalam dua tahun terakhir, Tiongkok, Korea Selatan, dan Taiwan melaporkan kerugian terbesar akibat penipuan di kawasan tersebut, masing-masing kehilangan miliaran dolar, tambahnya.

Industri penipuan siber telah berkembang pesat di Asia Tenggara dalam beberapa tahun terakhir, dengan kelompok kriminal terorganisir yang awalnya sebagian besar menargetkan penutur bahasa Mandarin sebelum memperluas jangkauan mereka dan menargetkan korban secara global.

Ekosistem kriminal yang lebih luas di Asia Tenggara -- yang mencakup perdagangan narkoba ilegal, penipuan daring, perdagangan manusia, perbankan ilegal, dan investasi properti -- juga telah berubah selama dekade terakhir, menurut UNODC.

Kelompok kriminal terorganisir "beralih dari sistem sindikat kriminal yang terfragmentasi dan berakar lokal menuju ekonomi kriminal yang semakin terintegrasi, transnasional, dan canggih secara teknologi", demikian pernyataan tersebut.

Pergeseran ini telah menantang penegakan hukum konvensional dan mengancam tata kelola regional, serta stabilitas ekonomi dan sosial, tambah UNODC.

"Yang kita lihat adalah pergeseran di mana kelompok-kelompok yang sebelumnya tetap berada dalam wilayah geografis dan spesialisasi kriminal mereka sendiri kini beroperasi di berbagai pasar ilegal sekaligus, mengandalkan aliran layanan yang sama," kata perwakilan regional UNODC, Delphine Schantz, dalam sebuah pernyataan.

"Model operasional mereka tampak seperti waralaba korporat: bayangkan departemen khusus untuk pencucian uang, perdagangan manusia, penyelundupan migran, dan pengumpulan data, semuanya terhubung ke jaringan yang saling terkait berbasis layanan yang sama."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.