Tangan Kreatif dan Inovatif Anak Muda Makassar Ubah Sampah Plastik Jadi BBM, Jawab Tantangan Krisis Lingkungan
📅 Rabu, 11 Feb 2026, 20:42 WIB | Oleh: Opik
Doc: ANTARA/HO-Humas Pemkot Makassar
MAKASSAR - Sejumlah anak muda di Kota Makassar, tepatnya di Jalan Labu Lorong, Kecamatan Bontoala, menyulap sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM) yang bermanfaat dan bernilai guna.
Sampah yang selama ini menjadi masalah serius, diolah menjadi bernilai guna oleh tangan-tangan kreatif yang penuh kepedulian dalam menjawab persoalan lingkungan dan sosial.
"Ini kesadaran, kemauan, dan kreativitas masyarakat menjadi kunci utama dalam menjawab tantangan krisis lingkungan yang dihadapi saat ini," ujar Darwin, salah satu penggagas pengolahan sampah, di Makassar, Rabu (11/2).
Dia menjelaskan bahwa karya pengolahan limbah plastik menjadi BBM tersebut telah lama ia rintis sebagai bentuk kepedulian terhadap persoalan sampah yang kian mengkhawatirkan.
Menurut Darwin, masa depan pengelolaan limbah di Indonesia sejatinya tidak hanya diuji di laboratorium teknologi hijau, melainkan di tangan manusia itu sendiri.
Sebaiknya Anda baca juga:
Darwin memaparkan bahwa proses pembuatan BBM dari sampah plastik dilakukan menggunakan instalasi sederhana berbasis drum besi dan memanfaatkan oli bekas sebagai bahan pembakar.
Sampah plastik yang telah dikumpulkan dimasak selama dua hingga tiga jam hingga menghasilkan cairan bahan bakar yang kemudian disuling.

Sebaiknya Anda baca juga:
Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dihasilkan dari pembakaran sampah plastik di Kota Makassar. Antara/HO-Humas Pemkot Makassar
"Sekitar 10 kilogram sampah plastik bisa menghasilkan satu liter bahan bakar. Hasil pembakarannya bisa menjadi solar, dan setelah melalui proses penyulingan, bisa mendekati bensin setara premium," ungkap Darwin.
Dia menambahkan, penggunaan oli bekas menjadi salah satu solusi agar proses produksi tetap efisien dan ramah lingkungan. Satu liter oli bekas mampu digunakan untuk proses pembakaran hingga dua jam.
Adapun bahan baku plastik yang digunakan berasal dari berbagai jenis sampah plastik rumah tangga, seperti botol bekas, kantong kresek, kemasan kerupuk, dan jenis plastik lainnya.
Sampah tersebut diperoleh dengan cara meminta dari warga sekitar, hingga memungut langsung di kanal dan lingkungan sekitar.
"Ini memang difokuskan pada pengolahan sampah plastik secara umum, tidak terbatas hanya pada botol atau gelas plastik," ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!