Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

NetApp Perkenalkan Platform Data AI untuk Dorong Production AI di ASEAN pada 2026

📅 Rabu, 11 Feb 2026, 20:53 WIB | Oleh:
NetApp Perkenalkan Platform Data AI untuk Dorong Production AI di ASEAN pada 2026 Doc: NetApp
Ket. Logo NetApp. Perusahaan ini memperkenalkan platform data AI terbaru di INSIGHT Xtra Singapore 2026 untuk mendukung transisi production AI di ASEAN, dengan fokus pada infrastruktur hybrid, keamanan siber, dan kepatuhan kedaulatan data.

JAKARTA — NetApp, perusahaan infrastruktur kecerdasan data, memperkenalkan visi platform data terbarunya dalam ajang INSIGHT Xtra Singapore 2026. Strategi ini dirancang untuk mendukung bisnis di kawasan ASEAN dalam mendorong inovasi pemanfaatan kecerdasan buatan (AI).

Kawasan ASEAN tengah mendekati titik infleksi krusial, di mana investasi pada AI tumbuh lebih cepat dibandingkan belanja digital secara keseluruhan. Adopsi AI bahkan diproyeksikan akan meningkatkan PDB kawasan hingga hampir US$1 triliun pada 2030.

Menyikapi hal tersebut, NetApp memaparkan strategi manajemen data yang dirancang untuk membantu perusahaan mengakselerasi transisi AI dari tahap pilot menuju implementasi skala besar, tanpa mengorbankan tata kelola maupun stabilitas operasional, serta tetap menghasilkan dampak bisnis yang diharapkan.

Melalui platform data berkelas enterprise yang mengintegrasikan penyimpanan, layanan manajemen data, dan mesin metadata, NetApp bertujuan mempercepat inovasi AI di berbagai organisasi sekaligus mendukung ambisi kawasan dalam mendorong pertumbuhan dan daya saing berbasis AI.

Menavigasi Kawasan yang Beragam dan Teregulasi

Di seluruh ASEAN, perusahaan beroperasi dalam lanskap regulasi yang terfragmentasi dengan tingkat kesiapan cloud yang beragam. Kondisi ini menjadikan arsitektur hybrid dan lokal sebagai standar utama.

Sektor-sektor kunci seperti jasa keuangan, layanan kesehatan, dan sektor publik menghadapi tekanan yang semakin besar untuk mengimplementasikan sistem AI yang mampu menghadirkan insight secara real-time, sekaligus tetap mematuhi persyaratan kedaulatan data dan tata kelola.

Menskalakan AI di kawasan ini menuntut lebih dari sekadar performa. Diperlukan infrastruktur yang tangguh, terkelola dengan baik, dan berkelanjutan secara ekonomi, agar ekspansi aset data tidak berubah menjadi hambatan inovasi.

“Tahun 2026 diproyeksikan menjadi tahun ‘production AI’ bagi kawasan ASEAN. Namun, realitasnya, perusahaan masih menghadapi tantangan besar dalam menskalakan beban kerja di lingkungan yang kompleks, menyiapkan data agar siap digunakan untuk AI, melindungi data dari ancaman siber, sekaligus mematuhi regulasi kedaulatan data,” ujar Henry Kho, Area Vice President & General Manager GCASK (Greater China, ASEAN & South Korea) NetApp, dalam keterangannya, Rabu (11/2).

“Melalui platform data NetApp, kami berkomitmen membantu perusahaan membangun Infrastruktur Kecerdasan Data yang tangguh, dengan tata kelola dan ketahanan siber yang terintegrasi langsung di lapisan data. Pendekatan ini memberikan keyakinan bagi para pemimpin bisnis di ASEAN untuk memaksimalkan potensi data mereka dalam mendorong transformasi industri, baik di tingkat regional maupun global,” lanjutnya.

Membangun Fondasi untuk AI yang Bertanggung Jawab

Untuk menjawab tantangan dalam menskalakan AI di kawasan dengan keterbatasan sumber daya dan kompleksitas regulasi, NetApp memperkenalkan sejumlah inovasi guna mendukung Infrastruktur Kecerdasan Data terbarunya, termasuk sistem NetApp AFX dan NetApp AI Data Engine (AIDE). Solusi ini dirancang untuk menyatukan ekosistem data serta memastikan operasional yang konsisten di seluruh lingkungan hybrid, dengan kapabilitas sebagai berikut:

Penyimpanan terdisagregasi berkelas enterprise
Mode NetApp ONTAP yang dioptimalkan untuk AI berjalan pada sistem penyimpanan NetApp AFX 1K, memungkinkan organisasi menskalakan kapasitas dan performa secara terpisah dan linear sesuai kebutuhan. Pendekatan ini menghadirkan efisiensi biaya sekaligus optimalisasi pemanfaatan sumber daya.

Dirancang untuk beban kerja AI berkebutuhan tinggi, sistem NetApp AFX dapat diskalakan secara linear hingga 128 node dengan bandwidth mencapai terabit per detik (Tbps), sehingga menghadirkan kapabilitas manajemen data berskala besar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ramalan Cuaca Hari Ini Kota-kota di Sultra Bakal Hujan Deras

36 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Ramalan Cuaca Hari Ini Kota...

Harga Emas Ngulet Rp18.000

39 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Harga Emas Ngulet Rp18.000
Luar Negeri
Pesawat Terjun Payung Jatuh...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Gunung Lawu Mulai Didatangi Ratusan Pendaki untuk Berziarah dan Sambut Malam 1 Suro

Gunung Lawu Mulai Didatangi Ratusan Pendaki untuk Berziarah dan Sambut Malam 1 Suro

15 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
# 7
Pemerintah Diminta Mitigasi Dampak BBM
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.