Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Memberdayakan Warga Japan Melalui Kopi

📅 Rabu, 11 Feb 2026, 21:57 WIB | Oleh:
Memberdayakan Warga Japan Melalui Kopi Doc: aloysius
Ket. Genzi sangat antusias praktik membuat kopi

KUDUS - Tahun-tahun belakangan sentero negeri disuguhi tren baru ngopi atau ngupi bila meminjam bahasa anak sekarang. Zaman dulu minum kopi identik dengan kegiatan orang tua. Tapi era kini ngupi adalah kebiasaan genz. Melihat hebatnya penetrasi ngupi di kalangan muda ini menggugah berbagai pihak untuk coba mengembangkan dan memberdayakan warga melalui kopi.

Salah satunya ditempuh Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF). Kelompok ini baru saja memberi pelatihan dan pengetahuan seputar kopi untuk memberdayakan warga Desa Japan, Kudus. “Jadi, kita memang perlu menambal pengetahuan atau istilahnya itu up skill untuk warga agar bisa meningkatkan pengetahuan tentang kopi,” tutur Director Communications Djarum Foundation, Mutiara Diah Asmara, yang ditemui dalam acara kegiatan menanam pohon yang diselenggarakan BLDF, di Desa Japan, Kabupaten Kudus, Selasa (10/2). Maka tak tanggung-tanggung Mutiara mendatangkan dua pakar perkopian atau juga perkafean: Farchan Noor Rachman dan M Ariep Setiawan.

20260211215401_farhat.jpg

Farchan (kanan) memberi contoh

Menurut Mutiara, dengan semakin memahami berbagai peluang dan seluk beluk kopi, warga akan makin mandiri. Untuk itu, di samping kegiatan menanam pohon, BLDF juga mencoba menaikkan skill warga Japan dengan mengajaricara membuat kopi. Farchan Noor Rachman menguraikan manual brewing alias cara membuat kopi secara manual. Warga diberi tataran detil misalnya tentang jumlahkopi, mengukur takaran air, ukuran suhu, dan brewing alias membuat kopi itu sendiri.

Sedangkan Ariep sangat detil tentang mulai dari cara menanam, merawat, dan memanen kopi. Panen saja menurutnya ada bermacam-macam mulai dari panen hijau, panen matang, hingga maksimal. Semua akan membedakan jenis dan mutu kopi yang mempengaruhi cita rasa kopi. Grade kopi ada satu sampai enam, yang terakhir isinya hanya “sampah.”

Kemudian dia menuturkan cara mengolah dari panen, menjemur,mengupas, memproses sampai jadi biji kopi yang siap digiling untuk disajikan bagi diri sendiri atau buat bisnis. Warga Japan yang berada di kaki Gunung Muria memang sudah diajari menanam kopi. Mereka antusias mendengarkan penjelasan dua pakar kopi ini. Nah yang tengah digemari, soal membuat konten. Menurut Ariep untuk ngonten, petani kopi harus bisa menemukan identitas (keunikan, nilai, pesona), lalu dapat menyusun brand strory (cerita yang mengikat). Jangan lupa membuat visual identity (logo dan warna desain), bangun aktivasi medsos (konten, engagement, komunitas).

20260211215524_kopi4.jpg

Ada yang testing

Yang ditunggu-tunggu adalah praktik langsung yang dipimpin Farchan, diikuti peserta. Ini adalah manual brewing yang dapat dilakukan siapa saja. “Ini pengetahuan yang bagus. Saya memang tidak hobi minum kopi, tapi bisa minum kopi. Pengetahuan ini akan penting ke depannya,” ujar salah satu peserta yang juga mahasiswi dari Universitas Muria Kudus yang enggan disebut namanya. Beberapa peserta sudah cukup pintar saat praktik, seperti Anar, ternyata wanita ini sudah merintis kafe kecil-kecilan. “Saya juga memproduksi kopi,” katanya.

Farchan bahkan menyarankan untuk minum kopi sebaiknya gunakan cangkir keramik. Kalau dari gerabah terlalu banyak pori dan akan merusak rasa kopi. Untuk menyedu, air jangan mendidih karena akan merusak kopi, mungkin 91 persen maksimal panasnya. “Jangan langsung dituang, diamkan 20 detik, baru tuang,” tuturnya. Para peserta tampak antusias saling “berebut” kesempatan dapat praktik langsung.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Daftar Produk Usang Apple, Ada iPhone X dan MacBook Pro 15, Siap-siap Sulit Layanan Perbaikan!
    Preview komentar:
    Kami pakai produk Apple bukan utk diperbaiki, rusak ...
  • Sejahterakan Petani lewat Percepatan Hilirisasi Pangan
    Preview komentar:
    Langkah strategis pemerintah dalam mendorong percepatan hilirisasi pangan ...
  • BNI Perkuat Tata Kelola SDM lewat LSP dan Sertifikasi ISO
    Preview komentar:
    Langkah strategis BNI dalam mengintegrasikan lisensi resmi dari ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Advertisement
gaia musik festival
Megapolitan
Jumat Peduli: Polda Metro J...
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Advertisement
gaia musik festival
Presiden: Defisit RAPBN 2027 Ditargetkan 2,40 Persen, Turun Dari 2026

Presiden: Defisit RAPBN 2027 Ditargetkan 2,40 Persen, Turun Dari 2026

14 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.